Pelatih kepala Tim Nasional Mesir, Hossam Hassan, meluapkan kekecewaan mendalam menyusul tersingkirnya tim besutannya dari babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dalam duel dramatis melawan Argentina pada Selasa (7/7), Mesir harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 3-2, meski sempat mendominasi jalannya pertandingan selama sebagian besar waktu normal.
Kekecewaan Hassan memuncak karena Mesir sempat memimpin nyaman dengan skor 2-0 hingga laga memasuki 11 menit terakhir. Namun, momentum pertandingan berubah drastis yang memicu kemarahan sang pelatih terhadap integritas kepemimpinan wasit di lapangan yang dianggapnya jauh dari standar fair play yang dicanangkan FIFA.
Secara spesifik, Hossam Hassan menyoroti beberapa keputusan krusial yang dianggap sangat merugikan timnya. Ia merasa terdapat ketidakadilan fatal, mulai dari gol Mesir yang dianulir oleh wasit, hingga keputusan tidak memberikan penalti serta kegagalan sistem Video Assistant Referee (VAR) dalam meninjau insiden-insiden krusial yang seharusnya menguntungkan pihak Mesir.
Sebagai bentuk protes keras, Hassan bahkan menyatakan ketidaktertarikannya untuk mengikuti sisa rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026. Pernyataan ini mencerminkan rasa frustrasi yang mendalam atas apa yang ia yakini sebagai bentuk ketidakadilan sistemik yang merusak sportivitas dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut.
Menanggapi insiden tersebut, Federasi Sepak Bola Mesir (EFA) secara resmi telah melayangkan surat protes keras kepada FIFA. Pihak federasi menuntut adanya investigasi menyeluruh terhadap kinerja wasit yang memimpin pertandingan tersebut untuk memastikan transparansi dan keadilan bagi seluruh tim peserta yang berkompetisi di Piala Dunia.
Kasus ini kini menjadi sorotan utama di kalangan komunitas sepak bola internasional, mengingat besarnya dampak keputusan wasit terhadap nasib sebuah tim di turnamen besar. EFA berharap FIFA dapat memberikan penjelasan transparan terkait penggunaan VAR dan prosedur pengambilan keputusan wasit agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.