Olahraga

Pelatih Mesir Hossam Hassan: Siapa pun yang Tidak Berempati pada Palestina, Mereka Bukan Manusia

Pelatih Mesir Hossam Hassan: Siapa pun yang Tidak Berempati pada Palestina, Mereka Bukan Manusia

Ringkasan

  • Pelatih Mesir, Hossam Hassan, menyampaikan pesan kemanusiaan yang kuat bagi rakyat Palestina di sela-sela konferensi pers Piala Dunia FIFA.

Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, memanfaatkan momentum konferensi pers Piala Dunia FIFA untuk menyuarakan keprihatinannya terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa masyarakat Palestina di Gaza. Dalam sebuah pernyataan emosional yang menyita perhatian media global, Hassan menegaskan kembali dukungannya bagi Palestina, beberapa hari setelah ia merayakan kemenangan bersejarah timnya dengan mengibarkan bendera Palestina di panggung sepak bola dunia.

Di tengah persiapan menghadapi pertandingan babak 16 besar melawan Argentina, Hassan menyempatkan diri untuk menyampaikan pidato selama lebih dari empat menit mengenai penderitaan rakyat Gaza. Ia dengan tegas menyatakan bahwa empati terhadap Palestina adalah standar dasar kemanusiaan. Menurutnya, siapa pun di dunia ini—baik dari bangsa Arab, Eropa, maupun Amerika—yang tidak merasakan duka atas penderitaan rakyat Palestina, maka sisi kemanusiaannya patut dipertanyakan.

Sikap Hassan ini muncul sebagai respons atas pertanyaan wartawan mengenai aksi pengibaran bendera Palestina pasca-kemenangan Mesir atas Australia melalui adu penalti. Bagi Hassan, tindakan tersebut bukanlah manuver politis, melainkan sekadar reaksi kemanusiaan yang wajar. Ia membandingkan respons dunia terhadap perlindungan hak-hak hewan dengan sikap diam banyak pihak terhadap kematian ribuan warga sipil akibat serangan rudal di Gaza setiap harinya.

Data menunjukkan bahwa sejak eskalasi konflik pada 7 Oktober, lebih dari 73.000 jiwa telah gugur di Gaza, termasuk puluhan ribu anak-anak. Hassan menyoroti ironi global di mana perlindungan terhadap makhluk hidup sering kali lebih diprioritaskan daripada nyawa manusia yang hilang dalam skala besar. Ia menekankan bahwa posisi ini melampaui batas agama atau kebangsaan, karena ia menempatkan identitas kemanusiaannya di atas segalanya.

Selain pesan kemanusiaan, Hassan juga menyinggung nilai-nilai dasar olahraga. Ia berharap slogan FIFA tentang rasa hormat (respect) tidak hanya menjadi jargon di lapangan hijau, tetapi juga diwujudkan dalam penghormatan terhadap hak dasar manusia untuk hidup. Pesan ini disampaikannya di hadapan para jurnalis global, yang kemudian memberikan apresiasi berupa tepuk tangan atas keberaniannya menyuarakan isu sensitif tersebut di panggung olahraga.

Menatap laga krusial melawan Argentina, Hassan tetap optimis dengan peluang timnya. Meskipun harus menghadapi juara bertahan, ia menegaskan bahwa Mesir tidak boleh dipandang sebelah mata. Baginya, ambisi dan mimpi tim asuhannya tidak memiliki batasan. Kemenangan atas Argentina akan menjadi sejarah baru bagi Mesir untuk pertama kalinya melaju ke babak perempat final, sebuah target yang ingin ia capai demi memenuhi harapan para pendukungnya di seluruh dunia.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menunjukkan bagaimana figur publik dalam industri olahraga global dapat menjadi katalisator bagi isu kemanusiaan internasional. Bagi pembaca di Indonesia, tindakan ini menegaskan relevansi solidaritas lintas batas dan bagaimana panggung olahraga besar tetap menjadi media efektif untuk menyuarakan nurani global di tengah konflik geopolitik.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit