Pelatih tim nasional Mesir, Hossam Hassan, mengungkapkan keraguannya mengenai kondisi kebugaran bintang mereka, Mohamed Salah, menjelang pertandingan krusial babak 32 besar Piala Dunia melawan Australia yang akan berlangsung di Dallas Stadium pada hari Jumat.
Salah, yang kini berusia 34 tahun, masih terus berjuang memulihkan diri dari cedera hamstring yang ia alami. Cedera tersebut didapatkannya saat Mesir bermain imbang 1-1 melawan Iran pada Jumat lalu, sebuah laga yang krusial bagi Mesir untuk memastikan langkah mereka ke babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Dalam sesi konferensi pers, Hassan menekankan bahwa ia tidak akan mengambil risiko apa pun terhadap kesehatan pemain andalannya tersebut. Ia menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai keterlibatan Salah di lapangan hanya akan diambil apabila sang pemain benar-benar dinyatakan fit 100 persen untuk bertanding.
Meski Salah sudah mulai kembali mengikuti sesi latihan parsial pada hari Rabu, sang pelatih tetap bersikap hati-hati. Kehadiran Salah di lapangan tentu sangat dinantikan oleh tim, namun Hassan menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah keselamatan pemain di atas ambisi untuk meraih kemenangan.
Menanggapi tantangan fisik yang mungkin diberikan oleh skuad asuhan Tony Popovic, Hassan tetap optimistis. Ia menilai timnya memiliki pengalaman yang cukup untuk menghadapi pemain-pemain dengan postur tubuh tinggi, sebagaimana yang mereka hadapi saat melawan Selandia Baru, Belgia, dan Iran di babak grup sebelumnya.
Hassan juga menepis kekhawatiran mengenai keunggulan fisik lawan dengan menyebutkan bahwa sepak bola bukanlah sekadar adu kekuatan fisik atau tinggi badan. Ia mengambil contoh legenda seperti Diego Maradona dan Lionel Messi yang tetap mampu mendominasi dunia sepak bola meskipun tidak memiliki postur tubuh yang jangkung, menegaskan bahwa timnya telah siap secara taktis dan mental.