Sepakbola

Paredes Pertimbangkan Pensiun Usai Final Piala Dunia 2026

Ringkasan

  • Gelandang Argentina Leandro Paredes mempertimbangkan pensiun usai final Piala Dunia 2026 di New Jersey, di mana Argentina kalah 0-1 dari Spanyol dan ia mendapat kartu merah.

Gelandang timnas Argentina Leandro Paredes mengakui sedang mempertimbangkan pensiun setelah final Piala Dunia 2026 di Stadion New Jersey, tempat Argentina dikalahkan Spanyol 0-1 dan ia mendapat kartu merah usai insiden brutal.

Insiden tersebut terjadi saat Paredes mendorong dan mencekik Eric Garcia serta hampir memukul Gavi, memicu keributan yang melibatkan pemain dan staf kedua tim.

Sebagai pemain yang pernah memperkuat Paris Saint-Germain dan kini bermitra dengan Boca Juniors, Paredes selama ini dijuluki sebagai mesin pertahanan tengah yang menstabilkan ritme permainan Argentina.

Namun, penampilan kasar di babak final menarik gelombang kritik tajam dari media Eropa dan penggemar, yang menilai perilaku itu tidak layak bagi kapten tim yang seharusnya jadi teladan.

Dalam wawancara dengan ESPN, Paredes mengungkapkan keraguan: “Saya belum tahu apakah saya siap untuk terus main atau tidak. Mempertahankan level ini semakin sulit seiring bertambah usia,” ucapnya dengan nada tenang namun penuh pertimbangan.

Kekalahan di final justru memicu gelombang pensiun di skuad Argentina; bek senior Nicolas Otamendi sudah resmi menggantung sepatu boot pada Kamis lalu, menandakan akhir era emas generasi 2022.

Kehilangan dua pilar sekaligus menciptakan celah besar di lini belakang dan tengah, memaksa pelatih Lionel Scaloni mempercepat regenerasi serta memberikan kepercayaan pada bakat muda seperti Enzo Fernández dan Alejandro Garnacho.

Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang rutin mengikuti perjalanan La Albiceleste, kepergian veteran tersebut mengurangi daya tarik tontonan sekaligus membuka peluang bagi klub Liga 1 merekrut pemain berpengalaman yang mungkin mencari tantangan baru di Asia.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa tekanan mental setelah kegagalan di panggung terbesar sering kali mempercepat keputusan pensiun, apalagi ketika fisik mulai menurun dan ekspektasi publik tetap tinggi.

Selama beberapa minggu ke depan, Paredes diyakini akan berkonsultasi dengan keluarga dan staf medis sebelum mengumumkan keputusan final, dengan kemungkinan besar ia akan beralih ke peran pelatih atau pundit televisual.

Kasus ini mengingatkan bahwa karir atlet elite tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan psikologis di saat tekanan puncak.

Penggemar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, kini menunggu dengan penasaran apakah nama Paredes akan tetap terukir di daftar pemain aktif atau akan menjadi kenangan manis di sejarah sepak bola Argentina.

Mengapa Ini Penting

Kepergian Paredes menandai akhir era veteran yang membentuk identitas timnas Argentina selama sepuluh tahun terakhir. Tanpa pengalaman ia dan Otamendi, Scaloni harus membangun struktur baru yang bergantung pada pemain muda yang belum terbukti di panggung besar. Hal ini juga memengaruhi pasar transfer Asia, di mana klub Indonesia bisa menarik pemain senior yang mencari tantangan terakhir. Secara psikologis, kasus ini menyoroti betapa beratnya beban mental atlet puncak setelah kegagalan di final dunia.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
24 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit