HOUSTON – Perubahan taktis yang diterapkan oleh pelatih Mohamed Ouahbi terbukti menjadi kunci keberhasilan tim nasional Maroko dalam melaju ke babak selanjutnya setelah menundukkan Kanada dengan skor telak 3-0 dalam laga Piala Dunia yang berlangsung Sabtu lalu. Perubahan sistem permainan ini memberikan dampak signifikan, terutama bagi gelandang Azzedine Ounahi yang kini ditempatkan lebih jauh ke depan di area pertahanan lawan.
Sepanjang babak pertama, Maroko sempat mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan rapat Kanada yang tampil dominan. Namun, penyesuaian posisi yang dilakukan Ouahbi membuat Ounahi lebih leluasa bergerak di sepertiga akhir lapangan. Hasilnya, Ounahi berhasil mencetak dua gol krusial yang memecah kebuntuan sekaligus menunjukkan kualitas penyelesaian akhir yang luar biasa dari pemain tersebut.
Pelatih Mohamed Ouahbi menjelaskan bahwa keputusan untuk menempatkan Ounahi di posisi yang lebih ofensif didasarkan pada kemampuan teknis sang pemain dalam memecah tekanan lawan. Kemampuannya melakukan penetrasi di antara lini pertahanan lawan menjadi aset berharga bagi Maroko. Ouahbi menegaskan bahwa meskipun sistem diubah, identitas dan filosofi permainan tim tetap konsisten.
Di sisi lain, pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui bahwa timnya sempat memegang kendali permainan di babak pertama sebelum Maroko melakukan perbaikan taktis saat jeda pertandingan. Ouahbi mengungkapkan bahwa timnya melakukan evaluasi melalui analisis video di ruang ganti, yang kemudian membantu para pemain untuk lebih tenang dan efektif dalam memanfaatkan ruang kosong di balik pertahanan Kanada.
Ketangguhan mental menjadi sorotan utama dalam laga ini. Ouahbi memuji ketabahan para pemainnya saat berada dalam tekanan hebat di awal pertandingan. Baginya, memahami bahwa Piala Dunia adalah ajang yang penuh dengan momen sulit merupakan bagian penting dari kedewasaan tim. Maroko kini telah memantapkan posisinya sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia yang patut diperhitungkan.
Di tengah euforia kemenangan, Maroko menghadapi kekhawatiran terkait kondisi fisik penyerang andalan mereka, Ismael Saibari, yang harus ditarik keluar karena cedera paha di babak pertama. Tim medis saat ini masih melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan tingkat keparahan cedera tersebut. Meski demikian, semangat Maroko untuk terus melangkah jauh di turnamen ini tetap tidak tergoyahkan dengan target utama membawa pulang trofi juara.