Pasangan ganda campuran Jelena Ostapenko dari Latvia dan Marcelo Arevalo asal El Salvador berhasil mencatatkan sejarah baru di ajang tenis bergengsi Wimbledon. Dalam laga final yang berlangsung sengit pada Kamis lalu, mereka sukses membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal di set pertama untuk menaklukkan pasangan Australia, Storm Hunter dan Marc Polmans, dengan skor akhir 4-6, 7-5, 6-2.
Pertandingan dimulai dengan dominasi kuat dari duet Australia. Hunter dan Polmans tampil agresif sejak awal, melakukan break krusial yang membawa mereka memenangkan set pembuka. Tekanan yang konsisten dari pasangan Australia tersebut sempat membuat Ostapenko dan Arevalo kesulitan menemukan ritme permainan terbaik mereka di awal laga.
Memasuki set kedua, tensi permainan meningkat tajam. Pasangan unggulan kedua ini mulai menunjukkan ketenangan di bawah tekanan. Mereka secara bertahap memperbaiki akurasi pukulan dan memperkuat koordinasi di depan net, yang akhirnya membuahkan hasil dengan keberhasilan mereka memaksakan set ketiga setelah memenangkan set kedua dengan skor 7-5.
Dominasi Ostapenko dan Arevalo semakin terlihat jelas di set penentuan. Dengan kepercayaan diri yang melonjak, mereka mampu mendikte jalannya pertandingan dan menutup set terakhir dengan skor meyakinkan 6-2. Kemenangan ini menandai gelar Wimbledon pertama bagi kedua pemain tersebut sebagai pasangan.
Pasca pertandingan, Jelena Ostapenko mengakui bahwa mentalitas menjadi kunci utama dalam kebangkitan mereka. Ia mengaku sempat merasa frustrasi setelah kehilangan servis di set pertama, namun dukungan moral dari pasangannya, Arevalo, berhasil membantunya tetap fokus hingga poin terakhir.
Bagi Marcelo Arevalo, kemenangan ini memiliki arti khusus yang melampaui sekadar trofi. Sebagai atlet yang pernah meraih dua gelar juara ganda putra di French Open, keberhasilannya di Wimbledon menjadikannya atlet asal El Salvador pertama yang berhasil membawa pulang gelar juara dari turnamen tenis tertua di dunia tersebut.
Arevalo menekankan bahwa pencapaian ini adalah pesan bagi generasi muda di negaranya. Ia berharap dedikasi dan kerja keras yang ia tunjukkan dapat menginspirasi anak-anak di El Salvador untuk terus mengejar impian mereka, terlepas dari latar belakang atau tantangan yang mungkin mereka hadapi di masa depan.
Sementara itu, bagi Ostapenko, gelar ini semakin melengkapi portofolio Grand Slam miliknya yang impresif. Sebelumnya, ia telah dikenal dunia melalui kemenangan tunggal putri di French Open 2017 serta gelar ganda putri di U.S. Open 2024. Kemenangan di Wimbledon ini menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain paling serba bisa di sirkuit tenis profesional saat ini.
Keberhasilan pasangan ini menjadi cerminan dari evolusi tenis ganda campuran yang kini semakin kompetitif. Dengan perpaduan antara kekuatan fisik dan strategi taktis, Ostapenko dan Arevalo membuktikan bahwa komunikasi yang solid di lapangan dapat menjadi faktor penentu dalam membalikkan situasi sulit menjadi kemenangan bersejarah.