Jakarta – Klub promosi BRI Super League, Garudayaksa FC, resmi mengumumkan perekrutan dua talenta muda berbakat, yakni kiper Daffa Fasya dan bek sayap Alfharezzi Buffon. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya klub untuk membangun fondasi pertahanan yang solid guna bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2026/2027.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi klub pada Jumat lalu. Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menekankan bahwa kedatangan kedua pemain ini merupakan bagian dari visi jangka panjang klub untuk mengintegrasikan pemain muda potensial dengan ambisi besar di musim debut mereka di liga utama.
Alfharezzi Buffon, yang dikenal dengan mobilitas tinggi di sisi sayap, sebelumnya merupakan pilar penting bagi Borneo FC. Musim lalu, ia mencatatkan 23 penampilan yang cukup impresif, membuktikan kemampuannya dalam menjaga kedalaman pertahanan sekaligus membantu transisi serangan. Pengalamannya di level kompetitif akan menjadi aset berharga bagi Garudayaksa.
Di sisi lain, Daffa Fasya diproyeksikan untuk mengisi posisi penjaga gawang utama. Meskipun musim lalu lebih banyak menghabiskan waktu di Elite Pro Academy, kualitas dan potensi Daffa telah diakui oleh para pengamat sepak bola tanah air. Kehadirannya diharapkan mampu memberikan rasa aman di bawah mistar gawang Garudayaksa.
Langkah agresif Garudayaksa di bursa transfer menunjukkan keseriusan mereka untuk tidak sekadar menjadi pelengkap di BRI Super League. Sebelumnya, klub ini telah mendatangkan sejumlah nama besar dan berpengalaman untuk menyeimbangkan skuad, seperti bek senior Wahyu Prasetyo dan gelandang kreatif Septian David Maulana.
Kehadiran pemain senior seperti Wahyu Prasetyo dan Septian David Maulana diprediksi akan menjadi mentor bagi para pemain muda seperti Buffon dan Daffa. Kombinasi antara kematangan taktis pemain senior dan energi pemain muda menjadi resep yang sering digunakan oleh tim promosi untuk bertahan dan bersaing di liga yang lebih kompetitif.
Selain itu, perekrutan Alfriyanto Nico sebagai pemain bertahan muda pertama yang didatangkan menjadi sinyal bahwa Garudayaksa sedang membangun proyek regenerasi pemain yang berkelanjutan. Kebijakan transfer ini mencerminkan manajemen yang terukur dalam membangun identitas tim.
Dengan perpaduan pemain berpengalaman dan bakat muda yang menjanjikan, Garudayaksa FC kini memiliki kedalaman skuad yang cukup mumpuni. Tantangan berikutnya bagi tim pelatih adalah menyatukan visi permainan dan membangun chemistry antar pemain agar siap menghadapi kerasnya kompetisi BRI Super League musim mendatang.