Sepakbola

Nova Arianto Umumkan Skuad 23 Pemain untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Ringkasan

  • Pelatih Nova Arianto menetapkan 23 pemain Timnas Indonesia U-20 yang akan berlaga di kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di Laos mulai 31 Agustus, dengan komposisi tiga kiper, sepuluh bek, lima gelandang, dan lima penyerang.

Pelatih kepala Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto, telah mengunci daftar 23 pemain yang akan membela Merah Putih di babak kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Turnamen yang digelar di Vientiane, Laos, akan menjadi ujian pertama bagi generasi pemain lahir 2007 hingga 2009 ini untuk mencetak tiket ke putaran final di China. Nova memilih komposisi yang cenderung defensif dengan sepuluh pemain belakang, mencerminkan kebutuhan untuk mengamankan hasil di fase grup yang diisi lawan-lawat berat.

Dalam konferensi pers virtual yang diadakan Jumat (29/8), Nova menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan melalui serangkaian latihan intensif dan uji coba internasional selama beberapa bulan terakhir. "Kami mencari keseimbangan antara pengalaman bermain di level junior internasional dan kecepatan adaptasi terhadap sistem permainan yang kami terapkan," ujar mantan bek Timnas Indonesia senior itu. Ia juga mengakui adanya tekanan ekstra karena Indonesia berada di grup yang sama dengan Australia, calon juara grup, dan Malaysia yang selalu jadi rival sengit.

Ketiga penjaga gawang yang dipanggil adalah Dafa Al Gazemi, Er Deva Aulia, dan Rendi Razzaqu. Nama Deva Aulia menjadi sorotan media karena dinilai sebagai "wajah baru" yang lompat ke depan melewati kiper senior di level klub. Sumber dari tim medis timnas mengungkapkan bahwa Deva memiliki refleks dan penguasaan area kotak penalti yang luar biasa untuk usianya, meski ketinggian badannya relatif standar. Dafa dan Rendi sendiri sudah lama menjadi tulang punggung tim sejak era U-15 dan U-17.

Barisan pertahanan dipenuhi oleh pemain-pemain yang sudah akrab berjejer sejak kategori usia muda. I Putu Panji, Amar Brkic, Eizar Jacob, Algazani Dwi, dan Fabio Azka Irawan membentuk kerangka bek yang kompak. Kehadiran Amar Brkic, yang memiliki darah keturunan Bosnia, menambah variasi fisik dan permainan udara di lini belakang. Sementara Ruben Asoka, Ibra Ohorella, Aditya Raharjo, Rafi Rasyiq, dan Ghifari Azhhari menyediakan opsi rotasi yang fleksibel baik sebagai bek sayap maupun bek tengah.

Sektor gelandang menjadi area paling menarik dengan kehadiran Welber Jardim. Pemain berdarah Indonesia-Brasil itu dikabarkan sudah menyelesaikan administrasi keimigrasian dan siap debut. Welber dibesarkan di akademi Sao Paulo FC dan dikenal punya visi passing serta kemampuan mengatur tempo permainan yang matang. Di sampingnya, Nazriel Alfaro dan Isfandyar Abdillah diharapkan menjadi mesin pendingin dan pembelah pertahanan lawan. Aleandro Alam dan Erwin Gerard melengkapi kedalaman squad di zona tengah.

Lini depan ditugaskan pada Reno Salampessy, Zahaby Gholy, Arkhan Kaka, Theodore Evan, dan Irpan Abadi. Arkhan Kaka, putra mantan pemain nasional Kaka, menjadi magnet perhatian karena lineage-nya dan performa mencetak gol di turnamen ASEAN U-19 beberapa bulan lalu. Reno Salampessy menawarkan kecepatan dan kemampuan satu lawan satu di sayap, sedangkan Zahaby Gholy dikenal sebagai penyerang target man yang kuat di duel udara. Theodore Evan dan Irpan Abadi menjadi opsi penyerang serbaguna yang bisa bermain di kedua sayap maupun di tengah.

Indonesia ditempatkan di Grup H bersama tuan rumah Laos, Malaysia, dan Australia. Format turnamen mengadopsi sistem putaran sekali (single round-robin) di mana hanya juara grup dan beberapa runner-up terbaik yang lolos ke putaran final. Pertandingan pembukaan melawan Malaysia pada 31 Agustus di New Laos National Stadium akan menjadi indikator awal kemampuan tim ini menembus fase final. Laga kedua menunggu Australia pada 3 September, sebelum menutup fase grup melawan Laos pada 6 September.

Sejarawan sepak bola Indonesia, Yudhistira Nugraha, menilai komposisi skuad ini mencerminkan pragmatisme Nova. "Dia tidak terpaku pada nama-nama besar di level klub, tapi memilih pemain yang paling cocok dengan sistem 4-4-2 yang bisa berubah jadi 4-5-1 saat menghadapi Australia," ujar Yudhistira saat dihubungi. Menurutnya, keberadaan Welber Jardim bisa jadi game-changer jika Nova berhasil mengintegrasikannya dengan cepat ke dalam dinamika tim yang sudah solid sejak U-15.

Dari sisi manajemen, PSSI menyediakan fasilitas persiapan maksimal termasuk training camp di Jakarta dan uji coba melawan tim senior Liga 1 sebelum keberangkatan ke Vientiane. Manajer tim, Sumardji, mengonfirmasi bahwa seluruh administrasi keimigrasian pemain keturunan sudah selesai jauh-jauh hari. "Tidak ada lagi isu paspor atau clearances FIFA yang menghambat. Fokus kami sekarang murni pada aspek teknis dan mental," tegasnya.

Sejarah mencatat Indonesia pernah meraih runner-up Piala Asia U-20 (dahulu Piala Asia U-19) pada 1970 dan 1978. Dekade terakhir, Garuda Muda sering gagal lolos dari babak kualifikasi atau tersingkir dini di fase grup putaran final. Kualifikasi kali ini diadakan lebih awal dari jadwal biasa karena FIFA memperluas slot Piala Dunia U-20 menjadi 24 tim, sehingga AFC juga mempercepat jadwal kualifikasi kontinental. Ini berarti tekanan pada Nova dan anak asuhnya lebih besar karena waktu persiapan relatif singkat.

Para pengamat sepak bola muda seperti Rully Ronggo melihat peluang Indonesia lolos cukup terbuka. "Malaysia dan Laos adalah lawan yang bisa dikalahkan jika kita efisien. Kunci ada di pertandingan melawan Australia — kalau kita bisa ambil minimal satu poin, peluang lolos jadi sangat besar," ujarnya. Rully juga menyoroti pentingnya kedisiplinan taktis di menit-menit awal laga, mengingat sejarah timnas muda Indonesia sering kebobolan gol dini yang merusak rencana permainan.

Langkah selanjutnya bagi Nova dan staf pelatihnya adalah menyempurnakan set-piece baik defensif maupun ofensif selama sisa waktu sebelum keberangkatan. Video analisis lawan sudah disiapkan, terutama pola serangan Australia yang bergantung pada kecepatan sayap dan kedatangan bek. Bagi 23 pemain terpilih, kesempatan ini bukan hanya soal lolos ke China, tapi juga vitrin untuk menarik perhatian klub-kлуб Liga 1 maupun timnas senior di era pelatih Patrick Kluivert yang akan datang.

Mengapa Ini Penting

Kualifikasi ini menjadi ujian pertama besar bagi generasi 2007-2009 di era Nova Arianto, dengan format turnamen yang dipercepat FIFA memberikan tekanan unik. Keberhasilan lolos ke putaran final di China akan menentukan apakah Indonesia bisa mempertahankan momentum regenerasi yang dibangun sejak era U-15, sekaligus menjadi vitrin bagi pemain seperti Welber Jardim dan Arkhan Kaka untuk menembus radar timnas senior Patrick Kluivert. Kegagalan berarti kehilangan momentum dua tahun ke depan dan pertanyaan keras atas arah pengembangan pemain muda PSSI.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
29 Agustus 2026
Waktu Baca
6 menit