Sepakbola

Paes Hadapi Ujian Berat di Liga Conference: Atalanta hingga Getafe Jadi Lawan Ajax

Ringkasan

  • Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes akan berhadapan dengan lini depan elit Eropa seperti Atalanta dan Getafe setelah Ajax Amsterdam tergabung dalam satu grup Liga Conference 2026/2027.

Undian fase liga UEFA Conference League 2026/2027 yang digelar di Grimaldi Forum, Monako, Jumat (28/8) malam WIB menempatkan Ajax Amsterdam dalam daftar lawan yang menakutkan. Klub kebanggaan Amsterdam itu harus bersiaga menghadapi Atalanta, Getafe, Hajduk Split, Midtjylland, Sint-Truiden, dan Thun dalam format baru yang menyamakan sistem kompetisi dengan Liga Champions dan Liga Europa — 36 klub bersaing dalam satu klasemen tunggal.

Bagi Maarten Paes, kiper asal Belanda yang memilih membela Timnas Indonesia, undian ini menghadirkan momen krusial dalam kariernya di Eredivisie. Ajax dijadwalkan melakoni tiga laga di Kandang Johan Cruyff Arena melawan Atalanta, Getafe, dan Thun, serta tiga laga tandang ke markas Midtjylland, Sint-Truiden, dan Hajduk Split. Hanya delapan tim teratas klasemen akhir yang langsung lolos ke 16 besar, sedangkan peringkat 9 hingga 24 harus berjuang melalui babak playoff.

Format kompetisi ini merupakan revolusi UEFA yang diterapkan serentak pada ketiga turnamen klub senior musim ini. Berbeda dengan sistem grup tradisional, setiap klub kini hanya bermain enam laga — tiga kandang, tiga tandang — melawan lawan yang ditentukan melalui sistem seeding berbasis koefisien UEFA. Perubahan ini dirancang untuk meningkatkan intensitas setiap pertandingan sejak matchday pertama, mengingat tidak ada lagi jaminan lolos dari fase grup seperti format lama.

Kehadiran Atalanta dan Getafe menjadi sorotan utama. La Dea telah meyakinkan diri sebagai kekuatan tetap di panggung Eropa berkat gaya pressing tinggi dan efisiensi gol di bawah Gian Piero Gasperini. Musim lalu, mereka mengalahkan Bayer Leverkusen di final Liga Europa dan menjadi tim pertama Italia yang menguasai trofi kasta kedua sejak 1999. Getafe, meski tidak sepopuler tetangga Madridnya, dikenal sebagai tim fisik dan tertib taktis di bawah Jose Bordalas — lawan yang selalu menyulitkan klub besar di La Liga.

Hajduk Split membawa tradisi dan atmosfer kotak api di Stadion Poljud, Midtjylland mewakili model analitik Denmark yang konsisten melaju ke panggung Eropa, Sint-Truiden hadir sebagai representasi liga Belgia yang kian berkembang, dan Thun melengkapi deretan lawan dari liga Swiss. Masing-masing memiliki karakter bermain yang berbeda, memaksa Ajax untuk menyesuaikan strategi di setiap pekan.

Posisi Paes di tengah dinamika ini penuh tantangan. Kiper berusia 26 tahun itu bergabung dengan Ajax dari FC Dallas pada Januari 2025, namun hingga kini masih menduduki bangku cadangan di belakang Marc-Andre ter Stegen. Kiper senior Spanyol itu dipinjamkan Barcelona untuk musim ini guna mengisi kekosongan pasca-pensiun Remko Pasveer. Pengalaman ter Stegen di puncak Eropa — termasuk gelar Liga Champions 2015 — menjadikannya pilihan logis untuk pelatih Francesco Farioli.

Namun, jadwal padat tiga kompetisi — Eredivisie, KNVB Beker, dan Conference League — membuka peluang rotasi. Farioli dikenal tidak segan memberikan kepercayaan pada pemain muda jika mereka menunjukkan performa di latihan. Paes telah mencatatkan tiga clean sheet dari lima penampilan di pra-musim, termasuk penyelamatan spektakuler saat lawan Eintracht Frankfurt. Performa itu cukup untuk membuat manajemen Ajax mempertimbangkan pembagian peran di Conference League.

Sejarah menunjukkan Ajax sering menggunakan kompetisi kasta ketiga sebagai arena pengembangan. Pada era Erik ten Hag, pemain seperti Ryan Gravenberch dan Jurrien Timber memperoleh menit bermain berharga di Liga Europa sebelum beranjak ke Liga Champions. Paes, yang memiliki kecepatan refleks dan kemampuan main dengan kaki di atas rata-rata, cocok dengan filosofi Ajax yang menuntut kiper aktif membangun serangan dari belakang.

Dari perspektif Timnas Indonesia, penampilan Paes di panggung Eropa bersifat strategis. Pelatih Patrick Kluivert membutuhkan kiper andal yang terbiasa menghadapi tekanan tinggi dan striker kelas dunia. Menghadapi Ademola Lookman (Atalanta), Borja Mayoral (Getafe), atau Marko Livaja (Hajduk) secara berkala akan mempertajam mentalitas dan pembacaan permainan Paes — aset vital saat Indonesia berlaga di Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2027.

Kendati demikian, jalur ke posisi utama tetap terbuka lebar bagi ter Stegen. Kiper kelahiran Mönchengladbach itu memiliki kontrak pinjaman hingga Juni 2027 dengan opsi beli, menandakan komitmen Ajax untuk jangka menengah. Jika ter Stegen mempertahankan performa konsisten, Paes harus bersabar menunggu peluang — baik melalui rotasi, cedera lawan, atau transfer ke klub lain yang menawarkan jaminan main.

Manajemen Ajax sendiri tampak tenang. Direktur Teknis Marijn Beuker menyatakan undian Conference League "seimbang dan menantang" serta cocok untuk menguji kedalaman skuad. Klub tidak menargetkan trofi sebagai prioritas absolut, melainkan memastikan pemain-pemain kunci mendapatkan menit bermain berkualitas tanpa mengorbankan performa di Eredivisie, di mana Ajax saat ini mengejar Feyenoord dan PSV Eindhoven.

Matchday pertama Conference League dijadwalkan 24-25 September 2026. Ajax akan memulai kampanye di kandang melawan Thun — lawan terringan di kertas — sebelum terbang ke Denmark menghadapi Midtjylland. Duel berat menanti di pekan ketiga: Atalanta datang ke Amsterdam. Pertemuan itu bisa menjadi barometer apakah Paes akan dipercaya Farioli, atau ter Stegen yang terus menjaga gawang. Apa pun keputusan pelatih, musim ini akan menentukan nasib karier Paes di Ajax: bertahan dan bersaing, atau mencari tahapan baru di tempat lain.

Mengapa Ini Penting

Undian ini menentukan jalur perkembangan Paes di musim kritis kariernya. Menghadapi striker kelas dunia seperti Lookman dan Mayoral secara rutin di Conference League akan mempercepat matangnya mentalitas dan kemampuan teknisnya — investasi jangka panjang bagi Timnas Indonesia di era Kluivert. Di sisi lain, persaingan dengan ter Stegen menciptakan dilema klasik: apakah Paes harus sabar menunggu rotasi, atau mencari klub lain yang menjamin menit bermain penuh untuk persiapan Piala Dunia 2026? Keputusan Ajax dalam membagi peran kiper di tiga kompetisi akan menjadi indikator komitmen mereka pada pengembangan pemain Indonesia di level elit Eropa.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
29 Agustus 2026
Waktu Baca
6 menit