Olahraga

Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Lokomotif Ekonomi UMKM dan Inkubator Bintang Sepak Bola di Banyumas

Ringkasan

  • Anggota DPR Siti Mukaromah menggelar nobar Piala Dunia 2026 "Bola Gembira" di Banyumas, menggerakkan ekonomi UMKM sekaligus memotivasi generasi muda menjadi calon pemain timnas Indonesia.

Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah, yang akrab disapa Erma, menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss di Pujasera Balibul, Desa Dawuhan Kulon, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang bermerek "Bola Gembira" itu dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Ke-1 Pujasera Balibul dan didukung oleh TVRI, RRI, serta Kantor Berita ANTARA. Lebih dari seribu pengunjung menghadiri acara tersebut, menciptakan keramaian yang berdampak langsung pada omzet pedagang mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi.

Menurut Siti Mukaromah, pemilihan Pujasera Balibul sebagai venue bukan tanpa alasan. Tempat ini telah berfungsi sebagai pusat berkumpulnya pelaku UMKM Desa Dawuhan Kulon, sehingga aliran massa penonton secara alami menggerakkan roda ekonomi lokal. "Penguatan ekonomi nasional saat ini bertumpu pada pemberdayaan UMKM. Kegiatan nobar ini kami manfaatkan untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya. Data Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia mencapai 61,07% pada 2023, menjadikan sektor ini sebagai tulang punggung perekonomian rakyat yang harus terus distimulasi melalui pendekatan kreatif berbasis komunitas.

Program "Bola Gembira" tidak berhenti di satu titik. Legislator asal daerah pemilihan Banyumas dan Cilacap ini menargetkan minimal 12 lokasi nobar serupa, termasuk rencana menggelar acara puncak pada partai final Piala Dunia 2026. Strategi ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Banyumas yang mengusung konsep "Smart Village" dan pemberdayaan ekonomi desa melalui pemanfaatan momentum budaya populer. Kolaborasi dengan media pemersatu TVRI dan RRI serta ANTARA memperkuat jangkauan informasi dan legitimasi acara sebagai gerakan nasional berbasis lokal.

Di sisi lain, Erma menegaskan dimensi pengembangan olahraga sebagai tujuan jangka panjang. Antusiasme ratusan anak-anak yang menyaksikan pertandingan di hadapan layar raksasa dipandang sebagai momentum emas untuk menanamkan cinta sepak bola sejak dini. "Kita doakan akan lahir bibit-bibit dan bintang-bintang tim nasional dari Dawuhan Kulon yang suatu saat bukan hanya menyaksikan Piala Dunia, juga bermain di Piala Dunia bersama Indonesia," katanya dengan penuh keyakinan. Pernyataan ini relevan dengan roadmap PSSI 2020-2035 yang menargetkan Indonesia berkompetisi di panggung dunia, membutuhkan regenerasi bintang dari tingkat akar rumput yang masif dan terstruktur.

Konsep "Bola Gembira" dirancang sebagai ruang kebersamaan (third place) yang netral dan inklusif, memadukan hiburan, ekonomi, dan pendidikan karakter. Dalam sambutannya, Erma mengingatkan masyarakat untuk menjunjung sportivitas, tidak membiarkan rivalitas klub atau negara memecah persaudaraan. Ia juga mengajak orang tua mendukung cita-cita anak menjadi pesepak bola profesional tanpa mengorbankan pendidikan formal dan ibadah. Pendekatan holistik ini mencerminkan kesadaran bahwa atlet unggul lahir dari lingkungan yang seimbang antara fisik, mental, spiritual, dan intelektual.

Keterlibatan DPR RI melalui fungsi anggaran dan aspirasi (fungsi keanggotaan) dalam kegiatan mikro seperti ini menunjukkan pergeseran paradigma legislatif: dari sekadar produsen undang-undang menjadi pembangkit ekosistem kesejahteraan di tingkat desa. Anggota Komisi VII yang menangani bidang energi, pertambangan, dan penelitian teknologi ini justru memilih sentuhan langsung ke ekonomi kerakyatan dan olahraga, membuktikan bahwa kebijakan makro harus terealisasi di lapangan melalui sentuhan humanis.

Dampak multiplier dari nobar massal ini melampaui hari acara. Peningkatan trafik pengunjung ke Pujasera Balibul berpotensi menarik investasi kecil baru, memperpanjang jam operasional usaha, dan menciptakan lapangan kerja paruh waktu untuk pemuda setempat. Selain itu, dokumentasi visual kegiatan yang disebarkan melalui jaringan TVRI dan media sosial menjadi promosi gratis bagi potensi wisata kuliner dan budaya Desa Dawuhan Kulon, membuka peluang ekonomi kreatif di era digital.

Masa depan, keberlanjutan program "Bola Gembira" akan diuji konsistensi jadwal, kualitas fasilitas penayangan, dan kemampuan mengelola limbah serta keamanan keramaian. Jika berhasil direplikasi di 12 lokasi dengan standar seragam, model ini bisa dijadikan best practice pemberdayaan UMKM berbasis event olahraga internasional untuk daerah lain di Indonesia. Pada skala nasional, sinergi antara legislatif, eksekutif desa, media publik, dan komunitas sepak bola menciptakan formula kekuatan lembut (soft power) yang mampu menyatukan bangsa sambil menggerakkan roda ekonomi kerakyatan — dua tujuan yang sering dipisah tapi justru paling kuat saat digabung.

Mengapa Ini Penting

Model 'Bola Gembira' membuktikan bahwa event olahraga global bisa dijadikan instrumen kebijakan mikro yang konkret: merangsang ekonomi UMKM secara instan sekaligus menanam benih regenerasi sepak bola jangka panjang. Pendekatan ini mengatasi kesenjangan antara kebijakan makro pemberdayaan UMKM dengan eksekusi di tingkat desa, sambil memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 yang historis bagi Asia. Bagi industri teknologi dan media, kolaborasi TVRI-RRI-ANTARA menunjukkan peran media publik sebagai jembatan distribusi konten dan data pengunjung untuk analisis perilaku konsumen lokal. Jika direplikasi nasional, skema ini jadi blueprint pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis komunitas di era digital.

Sumber Asli
ANTARA News
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit