Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi sukses mengamankan tiket babak perempat final turnamen bulu tangkis Korea Open 2026. Dalam laga dramatis babak 16 besar yang berlangsung di Yeosu pada Rabu (5/11/2026), Dhinda menundukkan rekan senegaranya, Thalita Ramadhani Wiryawan, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-15, 17-21, 21-13.
Kemenangan ini terasa istimewa bagi Dhinda. Selain memastikan langkahnya ke babak delapan besar ajang level Super 500, hasil ini sekaligus menjadi ajang pembalasan dendam atas kekalahan yang pernah ia derita dari Thalita di pertemuan sebelumnya. Pertandingan berlangsung sengit sejak awal, dengan kedua pemain saling menunjukkan kualitas permainan terbaik mereka.
Dhinda mengakui bahwa Thalita bukanlah lawan yang mudah ditaklukkan. Lawannya tersebut memiliki senjata mematikan berupa smash keras yang konsisten serta permainan netting yang sangat taktis. Hal tersebut sempat membuat Dhinda kewalahan dalam mengantisipasi pola serangan yang dibangun oleh Thalita di sepanjang laga.
Untuk mengatasi tekanan tersebut, Dhinda memilih untuk tetap tenang dan menjaga fokus pikirannya. Ia menyadari bahwa memaksakan permainan cepat justru akan menguntungkan lawan. Oleh karena itu, ia mengubah strategi dengan memperbanyak reli panjang untuk menguras stamina dan kesabaran Thalita di lapangan.
Strategi ini terbukti efektif, terutama pada gim penentuan. Memasuki gim ketiga, Dhinda tampil lebih solid sementara Thalita mulai kehilangan konsentrasi. Kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Thalita menjadi keuntungan bagi Dhinda untuk melaju lebih jauh dan menyudahi perlawanan rekannya tersebut.
Keberhasilan menembus babak perempat final di turnamen level Super 500 merupakan pencapaian signifikan bagi karier profesional Dhinda. Level kompetisi ini menuntut kesiapan fisik dan mental yang lebih matang dibandingkan turnamen level bawah. Konsistensi Dhinda dalam menjaga ketenangan di poin-poin krusial menjadi pembeda utama pada pertandingan kali ini.
Bagi dunia bulu tangkis Indonesia, performa pemain tunggal putri muda seperti Dhinda memberikan angin segar. Regenerasi di sektor tunggal putri memang menjadi tantangan tersendiri bagi PBSI selama beberapa tahun terakhir. Kehadiran pemain yang mampu bersaing di level top dunia tentu menjadi sinyal positif bagi masa depan prestasi Indonesia di kancah internasional.
Namun, perjalanan Dhinda tidak berhenti di sini. Ia kini dihadapkan pada tantangan yang jauh lebih berat di babak perempat final, yakni menghadapi unggulan asal Jepang, Akane Yamaguchi. Pertemuan ini menjadi ujian sesungguhnya bagi kualitas dan mentalitas Dhinda saat harus berhadapan langsung dengan salah satu pemain elite dunia.
Menanggapi laga mendatang, Dhinda mengungkapkan antusiasmenya. Ia memandang pertemuan dengan Yamaguchi sebagai kesempatan berharga yang tidak datang setiap hari. Baginya, bisa berhadapan dengan pemain top lima dunia adalah momen untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang telah ia kembangkan selama masa latihan.
"Saya ingin menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Bisa bertemu Akane saja sudah menjadi pencapaian tersendiri karena tidak mudah untuk sampai di titik ini. Saya akan bermain nothing to lose dan berusaha menampilkan seluruh kemampuan terbaik saya di lapangan nanti," ujar Dhinda dengan penuh percaya diri.
Analisis teknis menunjukkan bahwa kunci permainan Dhinda saat melawan Yamaguchi nanti terletak pada daya tahan fisik dan variasi serangan. Yamaguchi dikenal memiliki pertahanan yang sangat rapat dan kecepatan pergerakan kaki yang luar biasa. Jika Dhinda mampu mempertahankan konsistensi reli seperti saat melawan Thalita, ia setidaknya mampu memberikan perlawanan sengit.
Ke depannya, pengalaman bertanding melawan pemain sekaliber Yamaguchi akan menjadi bekal berharga bagi Dhinda. Terlepas dari hasil akhirnya nanti, keberanian dan determinasi yang ditunjukkan oleh atlet muda ini merupakan modal penting untuk menembus jajaran elit dunia dalam beberapa musim ke depan.