Hanya dalam sepekan pertama Liga Inggris 2026/27, mantan pemain dan sekarang analis Sky Sports Gary Neville sudah menyuarakan keyakinannya bahwa Arsenal akan kembali menjadi juara. Dengan kemenangan telak 3-0 atas Coventry City di Emirates Stadium, The Gunners membuktikan kedominasian mereka dari musim sebelumnya.
Arsenal yang kembali bertindak sebagai tim bertahan juara tampil yakin dari menit pertama. Tiga poin sempurna yang diraih mereka hanya butuh waktu 90 menit, dengan tiga gol yang dicetak secara kolektif. Ini memberi sinyal kuat bahwa mereka tidak meremehkan lawan-lawan yang lebih lemah di klasemen.
Di sisi lain, Manchester City harus berjuang keras hingga akhir untuk mengalahkan Bournemouth dengan skor 2-1. Kesulitan yang ditunjukkan The Citizens justru memperkuat argumen Neville soal dominasi Arsenal. Di samping itu, Manchester United justru dikalahkan oleh tim promosi Hull City dengan skor 0-2, yang menjadi kejutan besar pekan pertama.
Liverpool berhasil menyelamatkan poinnya setelah berhasil meraih hasil imbang 2-2 di markas Newcastle United. Meski tidak menang, kemampuan tim asuhan Jürgen Klopp untuk bangun dari defikitsa yang cukup besar justru menjadi bahan analisis tersendiri.
Menilik performa Arsenal di pekan pertama, Neville menyatakan bahwa ia belum pernah merasakan seberapa yakin sebelumnya setelah sekadar satu pertandingan. “Saya tidak pernah seyakin ini, dan dengar, bisa saja nanti terlihat seperti saya sedang gila di akhir musim,” ujurnya seperti dilaporkan Sky Sports.
“Tapi saya benar-benar yakin bahwa kita akan melihat sebuah tim juara Liga Champions,” lanjut Neville. Ia kemudian menunjuk pada Chelsea sebagai pesaing terdekat bagi Arsenal. Berdasarkan kualitas skuad dan manajerial yang dimiliki, ia meyakini The Blues akan finis kedua.
“Chelsea akan finis kedua, kecuali mereka tampil benar-benar buruk di laga berikutnya melawan Fulham,” katanya. “Mereka punya manajer yang bagus, skuad yang solid, dan tidak akan tertarik dengan kompetisi Eropa. Itu membuatnya lebih fokus dan siap menekan Arsenal.”
Neville juga menekankan bahwa tim-tim yang tidak terlibat dalam kompetisi Eropa biasanya memiliki keuntungan taktis. Tanpa beban laga tambahan, mereka bisa mengatur rotasi pemain dan pemulihan fisik lebih optimal.
Dari sudut pandang penggemar sepak bola di Indonesia, prediksi semilar ini cukup wajar. Banyak yang menyaksikan Liga Inggris secara langsung melalui platform streaming lokal. Jika benar prediksi Neville terwujud, dampatnya akan terasa hingga ke pasar sepak bola Indonesia, terutama pada komersialisasi liga lokal.
Arsenal sendaian memiliki basis penggemar yang luas di Tanah Air. Mereka sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu klub ikonik di dunia. Keberhasilan mereka di Liga Inggris tak hanya memicu euforia di kalangan suporter, tetapi juga memengaruhi gaya bermain dan strategi klub-klub lokal yang ingin meniru keberhasilan mereka.
Sementara itu, Chelsea yang sempat tidak konsisten di beberapa musim lalu kini tampak sedang bangun kembali. Di bawah asuhan seorang manajer yang telah terbukti, mereka memiliki potensi untuk kembali bersaing di puncak klasemen.
Bukan hanya itu, kehadiran tim-tim seperti Arsenal dan Chelsea di puncak klasemen juga memberi warna baru pada kompetisi. Ini membuat Liga Inggris semakin kompetitif dan menegangkan, sekaligus meningkatkan nilai jual broadcast di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Proyeksi ke depan, jika Arsenal benar-benar mampu mempertahankan posisinya, maka tekanan akan semakin besar bagi tim-tim lain untuk menyamainya. City, United, dan Liverpool pasti akan senantiasa siap menakangi di setiap laga.
Sementara itu, Chelsea akan diberi kesempatan untuk membuktikan diri melawan Fulham dalam laga berikutnya. Hasil itu nanti akan menjadi tolak ukur apakah prediksi Neville masih relevan atau perlu direvisi.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, musim ini janjian untuk menyaksikan aksi terdekat dengan klub-klub besar. Dan siapa tahu, satu dari prediksi Neville justru jadi benang merajut kobaran semangat baru di Liga 1 nanti.