Jakarta – Moh. Zaki Ubaidillah, tunggal putra muda Indonesia, secara terbuka mengakui mulai merasakan beban tanggung jawab dalam proses regenerasi di sektor tunggal putra Pelatnas PBSI. Saat ini, beban tersebut bertumpu pada pundak Anthony Sinisuka Ginting, Alwi Farhan, dan dirinya sendiri di tengah dinamika perubahan komposisi pemain nasional.
Perubahan signifikan terjadi di sektor tunggal putra setelah Jonatan Christie dan Chico Aura Dwi Wardoyo memutuskan untuk meniti karier secara profesional di luar Pelatnas. Situasi ini diperparah dengan mundurnya Yohanes Saut Marcellyno Siahaan, yang sebelumnya menjadi bagian dari kelompok utama bersama Ginting, Alwi, dan Ubed. Hal ini menempatkan Ubed dan Alwi sebagai tumpuan masa depan dengan Ginting sebagai sosok paling senior.
Dalam sesi wawancara di Pelatnas PBSI Cipayung, Ubed mengungkapkan bahwa komunikasi intensif menjadi kunci untuk menghadapi tantangan ini. Ia sering berdiskusi dengan Ginting mengenai cara mengatasi tekanan mental dan menjaga performa di tengah transisi regenerasi yang menantang. Ginting sendiri kerap berbagi pengalaman pribadinya saat harus tumbuh tanpa sosok senior di masa lalu.
Ubed yang kini berusia 19 tahun menyadari bahwa transisi menuju level elite menuntut kesiapan mental yang jauh lebih matang. Baginya, ambisi dan semangat membara saja tidak cukup; seorang pemain harus mampu menjaga fokus serta stabilitas emosi saat berhadapan dengan lawan-lawan yang lebih berpengalaman di kancah internasional.
Menatap masa depan, Ubed akan menguji kemampuannya dalam ajang bergengsi Japan Open 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo pada 14-19 Juli. Meski sempat berada di daftar cadangan, Ubed kini dipastikan tampil di babak utama dan memasang target tinggi untuk menembus babak perempat final demi meningkatkan poin peringkatnya.
Menghadapi turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut, Ubed tetap bersikap realistis. Ia menegaskan pentingnya fokus pada setiap pertandingan awal, mengingat potensi lawan berat seperti Anders Antonsen atau Toma Junior Popov yang menanti di babak selanjutnya jika ia berhasil melaju. Bagi Ubed, ini adalah langkah krusial untuk membuktikan kapasitasnya sebagai penerus kejayaan tunggal putra Indonesia.