Gelandang Arsenal, Mikel Merino, melontarkan pernyataan penuh percaya diri mengenai ambisi besar The Gunners di musim 2026/2027. Setelah sukses mengakhiri puasa gelar Premier League selama 22 tahun pada musim lalu, skuad asuhan Mikel Arteta kini membidik target yang lebih ambisius: mendominasi kompetisi domestik sekaligus menaklukkan Eropa lewat trofi Liga Champions.
Keyakinan Merino bukan tanpa alasan. Arsenal menunjukkan performa impresif di awal musim ini dengan memenangkan sembilan dari 10 pertandingan di seluruh kompetisi. Konsistensi ini menempatkan mereka di posisi kedua klasemen sementara Liga Inggris, hanya terpaut tiga poin dari Manchester City yang memimpin, serta menjaga asa di Carabao Cup dan Liga Champions.
Keberhasilan Arsenal melaju hingga final Liga Champions dan Carabao Cup pada musim lalu menjadi pelajaran berharga bagi tim asal London Utara tersebut. Meski harus menelan pil pahit melalui kekalahan adu penalti dari Paris St. Germain dan takluk 0-2 dari Manchester City, pengalaman tersebut justru mempertebal mentalitas juara para pemain di lapangan.
Dominasi Arsenal di Eropa juga terlihat jelas lewat catatan rekor mereka. Kemenangan 3-0 atas Lille di tengah pekan ini menjadi bukti nyata kekuatan The Gunners, sekaligus menandai kemenangan ke-14 berturut-turut mereka di fase grup Liga Champions. Sebuah pencapaian yang menegaskan status mereka sebagai salah satu kekuatan menakutkan di kancah sepak bola kontinental.
Bagi Merino, musim ini adalah tentang menyempurnakan detail-detail kecil yang sempat terlewatkan pada musim lalu. Ia menekankan bahwa kolektivitas antara keinginan manajer, dukungan suporter, dan ambisi para pemain menjadi bahan bakar utama untuk merealisasikan target sapu bersih gelar juara.
Di Indonesia, fenomena kebangkitan Arsenal ini menarik perhatian besar dari komunitas pecinta sepak bola. Basis penggemar The Gunners di tanah air yang masif tentu melihat narasi ini sebagai harapan baru. Konsistensi Arsenal sering kali dijadikan studi kasus bagi klub-klub lokal di Indonesia mengenai pentingnya membangun proyek jangka panjang dengan pondasi taktik yang solid.
Jika berkaca pada industri olahraga di Indonesia, stabilitas manajemen seperti yang dilakukan Arsenal di bawah Arteta menjadi standar emas yang kerap didiskusikan. Banyak klub di Liga 1 Indonesia masih berjuang dengan kontinuitas kepelatihan, sehingga perkembangan Arsenal menjadi pengingat bahwa kesuksesan instan jarang memberikan hasil jangka panjang yang berkelanjutan.
Merino menegaskan bahwa mentalitas untuk memenangkan setiap laga telah mendarah daging di skuadnya. Ia merasa tim sudah sangat dekat dengan puncak performa dan kini hanya perlu menjaga momentum di momen-momen krusial sepanjang musim berjalan.
"Kami tahu kami sedang membuat sejarah di kompetisi ini. Tujuannya adalah memenangkan semuanya, baik itu Liga Champions maupun Premier League. Itulah yang diinginkan manajer dan kami sebagai pemain," ujar Merino dalam wawancaranya dengan ESPN.
Lebih lanjut, ia menepis keraguan mengenai kemampuan timnya untuk menjuarai dua kompetisi besar secara bersamaan. Menurutnya, pengalaman nyaris meraih treble musim lalu membuktikan bahwa Arsenal sudah berada di level yang tepat untuk bersaing dengan klub elit Eropa lainnya secara konsisten.
Proyeksi ke depan bagi Arsenal kini tertuju pada pemeliharaan kebugaran pemain dan rotasi yang cerdas. Mengingat padatnya jadwal di Inggris dan Eropa, Mikel Arteta dituntut untuk menjaga kedalaman skuad agar performa tidak menurun di paruh kedua musim, di mana kelelahan fisik biasanya menjadi musuh utama.
Dengan mentalitas yang telah terbentuk dan dukungan performa di lapangan, Arsenal kini berada dalam jalur yang tepat untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penantang, melainkan penguasa baru di sepak bola Inggris dan Eropa dalam beberapa tahun ke depan.