Kapten timnas Argentina Lionel Messi telah mendarat di Bandar Udara Internasional Islas Malvinas, Rosario, sekitar pukul 06.30 waktu setempat pada Selasa (21/7). Kedatangannya tercatat dua belas jam lebih lambat dibanding rombongan utama skuad Argentina yang tiba di Buenos Aires pada hari sebelumnya. Messi melakukan perjalanan dari Fort Lauderdale, Florida, menggunakan pesawat pribadi bersama istri Antonela Roccuzzo dan ketiga putranya — Thiago, Mateo, dan Ciro.
Kedatangan bintang Inter Miami itu langsung disambut antusias oleh puluhan warga yang sudah berkumpul sejak pukul 05.00 pagi di depan kawasan Kentucky Country Club, Funes, tempat Messi akan menginap. Beberapa di antara mereka membawa spanduk ucapan terima kasih untuk sang kapten. Seorang wanita yang menunggu sejak dini hari mengungkapkan, "Saya ingin bilang kepada Leo, 'Terima kasih atas begitu banyak kebahagiaan.'" Frasa itu menggambar betapa dalamnya ikatan emosional antara La Pulga dan rakyat Argentina.
Pengamanan ketat diterapkan sejak Messi keluar dari terminal. Rombongan keluarga dibawa naik mini bus menuju hunian mewah di kawasan elit Funes, dikawal oleh personel kepolisian dan satuan pengamanan pribadi. Jalan-jalan menuju lokasi disibukkan oleh kendaraan media dan penggemar yang mencoba merekam momen langka sang legenda dunia sepak bola kembali ke akar kelahirannya.
Perjalanan pulang ini menandai akhir babak turnamen internasional yang menegangkan bagi Messi. Di Piala Dunia 2026, Argentina gagal mempertahankan gelar juara dunia yang diraihnya di Qatar 2022. Meski timnas tersingkir, performa pribadi Messi justru mengejutkan banyak pihak. Pemain berusia 39 tahun itu mencetak delapan gol dan mencatat empat assist sepanjang turnamen — statistik terbaik di antara seluruh pemain Argentina dan salah satu tertinggi di seluruh kompetisi.
Kejayaan individu itu semakin istimewa mengingat usia Messi yang sudah memasuki akhir karir. Sebagian besar rekan sejawatnya di usia serupa sudah memilih pensiun atau pindah ke liga dengan intensitas lebih rendah. Faktanya, Messi justru tampil konsisten di panggung paling bergengsi, membuktikan bahwa kelas dan kecerdasan bermain tidak terbatas oleh angka usia. Pelatih timnas, Lionel Scaloni, sempat menyebut kontribusi Messi "tak tergantikan" meski sistem tim harus disesuaikan untuk mengakomodasi peran barunya.
Kembalinya Messi ke Rosario bukan sekadar liburan pribadi. Bagi warga kota kelahiran Che Guevara ini, kehadiran putra terbaik mereka adalah momen validasi sejarah. Rosario sudah lama dikenal sebagai penghasil bakat sepak bola — dari Ángel Di María hingga Mauro Icardi — tapi Messi adalah satu-satunya yang mencapai puncak dunia. Kedatangan singkat ini diperkirakan berlangsung tiga hingga empat hari sebelum ia kembali ke Amerika Serikat.
Langkah selanjutnya jelas: Messi akan bergabung dengan Inter Miami untuk melanjutkan musim Major League Soccer (MLS). Di Florida, ia akan bertemu kembali dengan Rodrigo De Paul, rekan setim dan sahabat dekatnya di timnas Argentina. Keduanya sering terlihat bersama di luar lapangan, memperkuat spekulasi bahwa kehadiran De Paul di Inter Miami — meski belum resmi — hanya soal waktu. Klub milik David Beckham itu memang sedang membangun proyek jangka panjang di sekitar figur Messi.
Dari perspektif industri, kehadiran Messi di MLS terus menjadi magnet komersial. Penjualan tiket, merchandise, dan hak siar televisi melonjak sejak kedatangannya Juli 2023. Liga Amerika Utara memanfaatkan momen ini untuk menarik bintang-bintang lain dari Eropa dan Amerika Selatan, menciptakan efek domino yang mengubah lanskap sepak bola di benua itu. Messi, secara tidak langsung, menjadi diplomat sepak bola paling efektif bagi ekspansi MLS.
Di Indonesia, fenomena Messi juga berdampak signifikan. Komunitas penggemar Argentina — yang tidak sedikit — mengadakan pertemuan malam tadi untuk menyaksikan laga-laga timnas di Piala Dunia 2026. Pay-TV dan platform streaming melaporkan peningkatan penonton hingga 40 persen saat Argentina bermain. Merchandise jersey nomor 10, baik versi timnas maupun Inter Miami, menjadi barang paling dicari di marketplace lokal sepanjang turnamen.
Lebih dari sekadar angka, Messi merepresentasikan narasi yang resonan bagi penggemar sepak bola Indonesia: perjuangan panjang, kegagalan berulang, lalu kemenangan mulia di usia yang tidak lagi muda. Cerita itu sering dijadikan referensi oleh pelatih muda dan akademi sepak bola di negeri ini saat membimbing pemain junior. "Jangan takut gagal, tapi jangan pernah berhenti belajar," jadi pesan yang sering dikutip dari wawancara Messi pasca final Piala Dunia 2022.
Masa istirahat di Rosario akan menjadi waktu berharga bagi Messi untuk memproses segala tekanan turnamen. Tanpa jadwal latihan ketat, tanpa tekanan media harian, ia bisa sekadar menjadi ayah dan suami di kota yang membentuknya. Namun dunia sepak bola menunggu. Musim MLS akan segera bergulir, dan Inter Miami butuh kaptennya untuk mengejar gelar liga. Messi, seperti biasa, akan menjawab dengan cara dia sendiri: di lapangan, dengan bola di kaki, dan sejarah yang terus ditulis.