Elise Mertens, pemain Belgium yang menduduki urutan kedua, berhasil membalikkan keterpurukan set pertama demi menjuarai semifinal Monterrey Open atas Nikola Bartunkova dengan skor 1-6, 6-4, 6-2. Kemenangan ini mengantarkannya ke final turnamen WTA 500 berbasis hardcourt yang berfungsi sebagai persiapan terakhir sebelum US Open dimulai minggu depan.
Di semifinal pertama, Diane Parry dari Prancis mengejutkan dengan mengalahkan Ann Li, pemain Amerika yang berstatus benih kelima, dalam dua set 7-6(7), 6-4 setelah pertarungan dua jam tiga menit. Parry dengan demikian meraih tiket final WTA 500 pertamanya di karir.
Monterrey Open memang dikenal sebagai turnamen penyeimbang form pemain sebelum Grand Slam terakhir musim, US Open. Lapangan keras di Monterrey memberikan kondisi mirip Flushing Meadows, sehingga para peserta menggunakannya untuk menyempitkan ritme dan menguji ketahanan fisik.
Bartunkova, berusia 20 tahun, memulai pertandingan dengan sangat agresif. Dia memecah servis Mertens di game pembukaan dan cepat membuka keunggulan 4-1. Pemain Ceko itu sempat memecah servis lagi hingga tiga kali di set pertama, menutupnya 6-1 tanpa memberikan kesempatan lawan untuk pulih.
Mertens tidak panik. Di set kedua, ia tertinggal 0-3 sebelum memulai seri pemecahan servis berturut-turut di tiga game lawan. Veteran berusia 30 tahun itu memenangkan enam dari tujuh game terakhir, menyamakan skor 6-4 dan mengalihkan momentum sepenuhnya.
Set penentu berjalan sejalan dengan momentum Mertens. Ia memecah servis Bartunkova di game ketiga untuk memimpin 2-1, lalu mengunci keunggulan dengan game ketujuh yang berlangsung panjang dan penuh tekanan sebelum menutup pertandingan 6-2.
Kemenangan ini memperkuat kepercayaan diri Mertens menjelang US Open, di mana ia pernah mencapai perempat final pada 2019. Pengalaman bermain di panggung besar menjadi aset vital saat menghadapi tekanan poin-poin krusial.
Sementara itu, Parry menampilkan kematangan di usia 23 tahun. Final Monterrey Open menjadi tonggak karir pertamanya di level WTA 500, dan kemenangan atas Li menunjukkan kemampuannya berkompetisi dengan pemain top-20 dunia.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, pertemuan Mertens versus Parry menawarkan narasi kontras generasi yang menarik. Meskipun belum ada pemain Indonesia yang berlaga di main draw WTA 500, tayangan turnamen ini memperkaya konten siaran olahraga domestik dan menginspirasi atlet muda lokal.
Poin ranking yang diperoleh dari final ini akan mempengaruhi seeding keduanya di US Open. Mertens berpeluang naik beberapa posisi, sedangkan Parry bisa melompat signifikan ke dalam top-50 dunia jika berhasil meraih gelar.
Final dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu sore waktu setempat dan akan disiarkan langsung oleh beberapa platform streaming olahraga global. Penonton Indonesia dapat menontonnya melalui layanan berlangganan yang menyediakan saluran WTA TV.
Ke depan, keduanya akan membawa momentum yang berbeda ke New York. Mertens mengandalkan ketahanan dan pengalaman, sedangkan Parry mengandalkan energi muda dan keberanian bermain bebas beban. Hasil final Monterrey Open akan menjadi indikator awal siapa yang lebih siap menghadapi tantangan Grand Slam.