Timnas Indonesia diprediksi tidak akan mampu menggeser Vietnam dari puncak klasemen Grup A Piala AFF 2026 meskipun berhasil memenangkan laga perdana menghadapi Kamboja. Prediksi ini datang dari Thanh Nien Newspaper, salah satu media besar Vietnam, yang menganalisis peluang Skuad Garuda berdasarkan komposisi pemain dan kondisi terkini kedua tim.
Indonesia menjamu Kamboja di Stadion Pakansari, Cibinong, Senin (27/7/2026) malam WIB dalam pertandingan pertama fase grup. Kemenangan wajib diraih untuk menjaga asa melangkah ke babak selanjutnya. Rekor pertemuan mendukung kepercayaan diri Indonesia, mengingat lima duel terakhir selalu berakhir tanpa kekalahan bagi Merah-Putih.
Namun, situasi di papan klasemen justru menempatkan Indonesia di posisi yang kurang menguntungkan. Vietnam sudah lebih dulu mengumpulkan tiga poin penuh usai membantai Timor Leste dengan skor telak 7-0 pada matchday pertama. Kemenangan besar itu memberikan The Golden Star Warriors keunggulan selisih gol yang nyaris mustahil dikejar dalam satu pertandingan.
Kekhawatiran utama yang diangkat Thanh Nien Newspaper berkaitan dengan ketersediaan pemain bintang Indonesia. Mayoritas penggawa yang berkarier di liga-liga top Eropa tidak bisa merapat ke skuad Piala AFF kali ini. Ketidakhadiran mereka memangkas kedalaman tim secara signifikan dan menimbulkan pertanyaan soal kekuatan serang Indonesia.
Kendati demikian, media Vietnam itu tetap mengakui Indonesia punya peluang besar mengamankan tiga poin dari laga kontra Kamboja. Vietnam sendiri akan bermain tandang di matchday kedua, yang berarti poin Indonesia bisa menyamai total koleksi pasukan asuhan Kim Sang-sik di akhir putaran kedua.
"Peluang Indonesia untuk menyalip Vietnam di Grup A setelah babak kedua kompetisi ini tipis," tulis Thanh Nien Newspaper. Alasannya tegas: kemenangan 7-0 atas Timor Leste memberi Vietnam keunggulan selisih gol yang sangat lebar. Indonesia mungkin mampu mengendalikan permainan dan menang atas Kamboja, tetapi mencetak tujuh gol atau lebih dinilai sangat tidak realistis.
Analisis ini sebenarnya menggambarkan dilema klasik yang kerap dihadapi timnas Indonesia di kejuaraan regional. Ketersediaan pemain menjadi persoalan kronis, terutama saat jadwal Piala AFF bentrok dengan kompetisi klub di Eropa. Klub-klub tidak wajib melepas pemain karena turnamen ini masuk dalam kalender FIFA, sehingga pelatih harus bekerja dengan materi yang tersedia.
Dampak dari prediksi media Vietnam ini cukup signifikan bagi ekspektasi suporter Indonesia. Publik Tanah Air tentu berharap Skuad Garuda bisa tampil dominan dan menunjukkan kekuatan sesungguhnya. Namun, kenyataan lapangan menuntut kejelasan strategi dari juru taktik untuk memaksimalkan potensi pemain yang ada.
Situasi ini juga mengingatkan pada turnamen-turnamen sebelumnya di mana Indonesia harus mengandalkan talenta lokal dan pemain berlabel negara-negara seperti Jepang atau Korea Selatan. Komposisi skuad seperti ini bukan hal baru, namun tantangannya tetap berat ketika berhadapan dengan negara yang pemain intinya sudah kompak berlatih bersama dalam waktu lama.
Bagi Vietnam, kemenangan 7-0 atas Timor Leste sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh peserta Grup A. Kim Sang-sik sukses membangun mesin gol yang efisien dan organisasi pertahanan solid. Keunggulan ini akan sulit ditandingi oleh tim manapun di grup yang sama, termasuk Indonesia dengan keterbatasan skuadnya.
Pertandingan Indonesia versus Kamboja menjadi ujian pertama sekaligus patokan apakah Skuad Garuda mampu menghasilkan kemenangan bermargin besar. Meskipun peluang menyalip Vietnam tergolong tipis, setidaknya kemenangan meyakinkan akan menjaga asa dan memberikan modal psikologis penting untuk sisa pertandingan grup.
Jika ambisi juara Grup A terasa berat, Indonesia tetap bisa lolos sebagai runner-up atau salah satu peringkat terbaik. Kunci utamanya terletak pada konsistensi meraih poin maksimal dan menjaga selisih gol tetap positif di setiap pertandingan sisa.