Kylian Mbappe mengukuhkan diri sebagai pemain pertama dalam 60 tahun yang menjadi top skor tiga kompetisi elite dalam satu musim kompetisi. Kapten timnas Prancis itu menyamai rekor langka milik legenda Portugal, Eusebio, yang terakhir kali mencapai pencapaian serupa pada 1966.
Pencapaian Mbappe musim 2025/2026 memang luar biasa. Bintang Real Madrid itu mengemas 10 gol di Piala Dunia 2026, mengalahkan Lionel Messi yang mengumpulkan 8 gol di urutan kedua. Sebelum turnamen antarnegara tersebut bergulir, Mbappe sudah lebih dulu mengunci gelar top skor Liga Spanyol dengan 25 gol dari 38 pertandingan.
Catatan Mbappe belum berhenti di situ. Di kancah Liga Champions, meskipun Real Madrid gagal mengangkat trofi, Mbappe tetap menjadi mesin gol tersubur dengan 15 gol. Total 50 gol dalam satu musim kompetisi dari tiga kompetisi berbeda, sebuah angka yang menegaskan dominasinya di level klub maupun negara.
Rekor yang disamai Mbappe memiliki sejarah panjang. Eusebio pertama kali mengukir pencapaian ini pada 1966 ketika membela Benfica dan timnas Portugal. Kala itu, pemain berjuluk Black Panther itu mengemas 25 gol di Liga Portugal, 7 gol di Liga Champions, dan 9 gol di Piala Dunia 1966. Sejak saat itu, tidak ada satu pun pemain yang mampu meniru jejak Eusebio.
Selama hampir tujuh dekade, banyak bintang dunia yang berusaha menembus batas tersebut. Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Robert Lewandowski pernah mendekati rekor ini, namun selalu ada satu kompetisi yang menjadi penghalang. Mbappe akhirnya memutus rekor stagnan tersebut dengan torehan gol yang jauh melampaui capaian Eusebio.
Usia 27 tahun menjadi momen kritis dalam karier Mbappe. Setelah hengkang dari Paris Saint-Germain ke Real Madrid pada musim panas 2024, banyak pihak yang meragukan kemampuannya bersinar di La Liga. Namun Mbappe membuktikan keraguan tersebut salah besar, dengan produktivitas gol yang terus meningkat dari bulan ke bulan.
Pencapaian ini juga menegaskan status Mbappe sebagai pewaris sah dominasi Messi-Ronaldo di dunia sepak bola. Selama lebih dari satu dekade, dua nama tersebut bergantian menjadi raja gol di berbagai kompetisi. Kini, Mbappe menunjukkan bahwa era baru sudah dimulai.
Bagi dunia sepak bola Indonesia, pencapaian Mbappe memiliki makna tersendiri. Kompetisi domestic Indonesia belum menghasilkan striker yang mampu bersaing di level internasional. Namun, keberhasilan Mbappe bisa menjadi inspirasi bagi pemain muda Indonesia untuk mengejar standar tertinggi dalam sepak bola.
Media sosial Indonesia pun langsung riwayat rekor Mbappe sepanjang akhir pekan. Banyak penggemar sepak bola Tanah Air yang membandingkan pencapaian Mbappe dengan legenda-legenda sebelumnya. Diskusi tentang siapa yang lebih hebat antara Mbappe dan Eusebio pun menghangat di berbagai platform digital.
Kendati demikian, Mbappe sendiri belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Dengan Piala Eropa 2028 sudah di depan mata, pemain berkebangsaan Prancis itu memiliki kesempatan untuk memperpanjang rekor sekaligus memperkuat warisannya sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.
Real Madrid sebagai klub pemilik Mbappe tentu memiliki ekspektasi tinggi. Manajemen Los Blancos diprediksi akan terus membangun tim seputar Mbappe untuk memastikan dominasi di La Liga dan Liga Champions dalam beberapa musim ke depan. Investasi pada pemain 27 tahun itu sudah terbukti menguntungkan.
Rekor Mbappe mengingatkan kita bahwa sepak bola selalu memiliki ruang untuk menciptakan sejarah baru. Ketika Eusebio mencatatkan namanya pada 1966, tidak ada yang menyangka rekor itu akan bertahan selama 60 tahun. Kini, Mbappe membuktikan bahwa batas dalam olahraga selalu bisa dipecahkan oleh pemain yang memiliki tekad dan kemampuan luar biasa.