Bandung, CNN Indonesia -- Winger timnas Bosnia dan Herzegovina, Luka Menalo, secara resmi memakai jersi Persib Bandung untuk musim 2026/2027. Kedatangan pemain berusia 29 tahun ini menandai sejarah baru bagi Maung Bandung, mengingat ia menjadi pemain pertama asal Bosnia Herzegovina yang pernah membela klub kebanggaan Jawa Barat tersebut. Di tengah sambutan hangat ribuan suporter yang menghadiri latihan terbuka di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (12/7), Menalo tidak ragu mengungkapkan motif utamanya memilih proyek Persib di antara sejumlah tawaran lain.
"Karena Persib adalah tim dengan ambisi tertinggi. Tiga tahun berturut-turut menjadi juara, dan mereka bermain di AFC, lalu karena pelatihnya juga, dan karena fansnya yang sangat banyak," ujar Menalo dengan percaya diri. Pernyataan tersebut mencerminkan posisi Persib sebagai kekuatan dominan sepak bola Indonesia saat ini. Tiga gelar juara Liga 1 berturut-turut (musim 2023/24, 2024/25, dan 2025/26) serta konsistensi berkompetisi di panggung Asia melalui AFC Champions League Two menjadikan Persib sebagai destinasi primadona bagi pemain asing berkualitas.
Faktor pelatih juga menjadi pertimbangan krusial. Di bawah kepemimpinan Bojan Hodak, Persib telah membangun sistem permainan yang terstruktur, disiplin taktis, dan mental juara. Hodak, yang memiliki latar belakang Eropa, diketahui mampu mengelola ruang tamu pemain asing dengan baik serta memaksimalkan potensi individu dalam kerangka tim. Kehadiran Menalo dipercaya akan menambah variasi serangan di sayap kiri, melengkapi armada penyerang yang sudah dimiliki Persib seperti David da Silva, Tyronne del Pino, dan Gustavo França.
Namun, di atas segalanya, basis suporter yang masif menjadi daya tarik tersendiri. Menalo mengakui terkejut dan terharu menyaksikan ribuan wajah menunggu di luar lapangan latihan setiap sesi berakhir. "Persib adalah salah satu klub paling terkenal di Asia Tenggara, dan sangat, sangat menyenangkan bisa berada di sini dan merasakan hal ini. Ketika Anda selesai latihan, ada hampir 2.000 orang yang menunggu Anda, itu sesuatu yang luar biasa," tuturnya. Fenomena Bobotoh (julukan suporter Persib) yang dikenal loyalitas dan kedekatannya dengan pemain, menciptakan atmosfer unik yang jarang ditemukan di liga-liga Asia Tenggara lainnya.
Status sebagai pionir pemain Bosnia di Persib justru tidak membebani pikiran Menalo. "Ini bukan tekanan, ini adalah sebuah kehormatan. Saya akan katakan ini sebuah kehormatan, dan saya senang berada di sini, dan mungkin saya akan membuka pintu bagi pemain-pemain lain," tegasnya. Sikap positif ini menunjukkan kematangan mental pemain yang pernah memperkuat Dinamo Zagreb di Liga Kroasia. Pengalaman bermain di tingkat tinggi Eropa, termasuk Liga Champions UEFA, menjadi modal berharga yang dibawa Menalo ke Bandung.
Adaptasi lingkungan baru pun berjalan lancar. Menalo memuji Bandung sebagai kota yang nyaman dengan iklim yang mirip negara asalnya. "Cuacanya sempurna, karena di rumah saya sekarang sedang musim panas dan rasanya lebih panas daripada di sini, dan saya sangat menikmati cuaca ini. Mereka memberi tahu saya kalau cuaca seperti ini berlangsung sepanjang tahun, dan ini sempurna," ceritanya. Kemudahan akses kuliner, tempat rekreasi, dan keramahan masyarakat Bandung menambah kenyamanan keluarga Menalo yang ikut bermigrasi.
Secara taktis, kehadiran Menalo mengisi kebutuhan Persib di sektor sayap kiri yang membutuhkan pemain dengan kemampuan satu lawan satu, kecepatan, dan ketajaman mengirimkan umpan silang. Gaya bermainnya yang langsung dan berani menantang bek lawan cocok dengan sistem 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang sering dipakai Hodak. Kombinasi dengan bek kiri native seperti Edo Febriansah atau foreign slot lain akan menjadi senjata tajam baru Maung Bandung.
Langkah rekrutmen Menalo juga mengisyaratkan ambisi jangka panjang Persib untuk merajalela Asia. Dengan komposisi tim yang semakin kental nuansa Eropa (pelatih Kroasia, pemain asing dari Spanyol, Brasil, Portugal, dan kini Bosnia), Persib membangun identitas klub modern yang profesional. Keberhasilan Menalo nanti bisa membuka pintu bagi talenta-talenta Balkan lainnya yang secara historis memiliki kualitas teknis tinggi namun jarang dieksplorasi klub-kelu Asia Tenggara. Musim depan akan menjadi uji nyata apakah investasi ini membuahkan hasil di kancah AFC dan pertahanan gelar Liga 1.