Luis de la Fuente resmi mengukuhkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia setelah membawa Spanyol melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026. Kemenangan krusial atas Belgia di babak perempat final tidak hanya memastikan langkah La Roja, tetapi juga menjadikan De La Fuente sebagai pelatih pertama dalam sejarah yang mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam dua turnamen mayor paling bergengsi: Piala Eropa dan Piala Dunia.
Rekor ini bermula dari dominasi Spanyol di Euro 2024, di mana De La Fuente berhasil membawa timnya merengkuh gelar juara setelah menaklukkan Inggris di partai final. Sepanjang turnamen tersebut, Spanyol tampil sempurna dengan menyapu bersih tujuh pertandingan tanpa sekalipun tersentuh kekalahan. Konsistensi yang sama kini ia bawa ke panggung Piala Dunia 2026, turnamen debutnya sebagai pelatih di level global.
Sejauh ini di Piala Dunia 2026, De La Fuente telah membukukan enam kemenangan beruntun. Perjalanan sempurna dimulai dari fase penyisihan grup, berlanjut ke babak 32 besar, 16 besar, hingga perempat final yang menguras emosi saat menghadapi Belgia. Catatan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan buah dari transformasi taktik yang diterapkan sang pelatih sejak ia mengambil alih kepemimpinan tim nasional.
Secara statistik, Spanyol di bawah asuhan De La Fuente kini telah mencatatkan 36 pertandingan tanpa kekalahan secara beruntun. Kekalahan terakhir La Roja tercatat pada 22 Maret 2024, saat mereka takluk 0-1 dari Kolombia. Sejak saat itu, Spanyol bertransformasi menjadi tim yang sangat sulit ditaklukkan, dengan rincian 27 kemenangan dan hanya 9 hasil imbang dari total 36 laga terakhir mereka.
Kunci keberhasilan Spanyol terletak pada keseimbangan antara penguasaan bola yang dominan dan efektivitas di depan gawang. De La Fuente berhasil mengubah gaya permainan Spanyol yang sebelumnya sering dikritik terlalu pasif menjadi tim yang lebih vertikal dan mematikan. Mereka tidak hanya menguasai bola, tetapi juga tahu persis kapan harus memberikan tekanan mematikan kepada lawan.
Solidnya lini pertahanan Spanyol menjadi sorotan utama di Piala Dunia 2026 ini. Hingga babak semifinal, Spanyol tercatat sebagai tim paling tangguh dengan hanya kebobolan satu gol. Hal ini menjadi modal berharga bagi mereka menjelang duel akbar melawan Prancis di Stadion Dallas nanti.
Pertandingan semifinal melawan Prancis akan menjadi ujian sesungguhnya bagi rekor De La Fuente. Prancis dikenal sebagai tim paling subur dalam turnamen ini, sehingga laga tersebut akan menyajikan pertarungan menarik antara lini serang tersubur melawan lini pertahanan paling solid di Piala Dunia 2026.
Bagi publik Spanyol dan pengamat sepak bola dunia, sosok De La Fuente kini tidak lagi dipandang sebagai pelatih transisi, melainkan seorang ahli strategi yang mampu mengembalikan kejayaan Spanyol ke puncak tertinggi. Keberhasilannya mempertahankan tren positif dalam durasi yang sangat panjang membuktikan bahwa sistem yang ia bangun memiliki fondasi yang sangat kuat.