Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, kembali melontarkan pujian setinggi langit kepada sang kapten, Lionel Messi. Pengakuan ini muncul pasca penampilan heroik La Pulga yang memimpin Argentina melakukan comeback sensasional saat menumbangkan Mesir dengan skor 3-2 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Selasa (7/7) malam WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Argentina sempat berada di bawah tekanan besar setelah tertinggal dua gol terlebih dahulu. Namun, mentalitas baja yang ditunjukkan Messi menjadi pembeda. Melalui kontribusi satu assist dan satu gol krusial, sang megabintang berhasil menginspirasi rekan setimnya untuk mencetak tiga gol balasan hanya dalam durasi 14 menit.
Scaloni mengungkapkan kekagumannya secara mendalam atas ketangguhan mental Messi di lapangan. Ia menyoroti momen sulit saat Messi gagal mengeksekusi tendangan penalti di babak pertama yang seharusnya bisa mematahkan semangat pemain mana pun. Namun, Messi justru merespons dengan terus meminta bola dan menunjukkan determinasi tinggi untuk memperbaiki kesalahannya.
"Saya meminta kepada para pemain untuk menjadikan Leo sebagai teladan. Sungguh luar biasa karena dia sebenarnya bisa saja berkata, 'saya gagal mengeksekusi penalti, selesai sudah - kita tamat'. Tetapi dia terus meminta bola lagi dan mencobanya kembali. Messi membuat saya merinding," ujar Scaloni seperti dilansir dari Buenos Aires Herald.
Emosi mendalam pun tak terbendung dari sang pemain setelah peluit panjang dibunyikan. Messi terlihat meneteskan air mata, sebuah luapan perasaan lega dan cinta yang begitu besar terhadap sepak bola. Menurut Scaloni, dedikasi inilah yang menjadi alasan utama mengapa Messi tetap berada di level tertinggi meski usianya tidak lagi muda.
Tambahan satu gol ke gawang Mesir tersebut membuat koleksi gol Messi di Piala Dunia 2026 kini mencapai delapan gol. Dengan capaian ini, pemain Inter Miami tersebut kini kokoh di puncak daftar pencetak gol terbanyak, mengungguli para pesaing beratnya seperti Kylian Mbappe dari Prancis dan Erling Haaland dari Norwegia.