Sepak Bola

Bintang-Bintang Piala Dunia yang Seharusnya Bisa Membela Timnas Inggris

Bintang-Bintang Piala Dunia yang Seharusnya Bisa Membela Timnas Inggris

Ringkasan

  • Simak daftar pemain bintang dunia yang lahir atau besar di Inggris namun memilih untuk membela negara lain di kancah Piala Dunia.

Dunia sepak bola internasional sering kali menyajikan kisah menarik mengenai loyalitas pemain terhadap tim nasional. Menjelang laga perempat final Piala Dunia antara Inggris melawan Norwegia, perhatian tertuju pada Erling Haaland. Striker Manchester City yang mematikan ini lahir di Leeds, Inggris, yang berarti ia sebenarnya memiliki kualifikasi untuk mengenakan seragam 'The Three Lions'. Namun, Haaland memilih untuk membela negara orang tuanya, Norwegia, sebuah keputusan yang kini menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Inggris.

Haaland bukanlah satu-satunya talenta kelas dunia yang 'luput' dari radar tim nasional Inggris. Fenomena pemain yang memenuhi syarat untuk membela lebih dari satu negara kini semakin umum di era sepak bola modern. Menariknya, dari 26 pemain yang dipanggil Thomas Tuchel untuk skuad Piala Dunia kali ini, 20 di antaranya memiliki garis keturunan atau kualifikasi untuk membela negara lain, namun mereka tetap teguh memilih Inggris.

Salah satu nama yang cukup mencuri perhatian adalah kiper Swiss, Marvin Keller. Pemain berusia 23 tahun ini lahir di London namun meniti karier mudanya di Swiss bersama Grasshoppers. Kini, ia menjadi kiper pilihan utama di Young Boys dan telah mencatatkan debut internasionalnya bersama Swiss. Jalan karier yang serupa juga ditempuh oleh Aaron Wan-Bissaka yang kini membela DR Kongo, setelah sebelumnya sempat membela Inggris di level junior namun akhirnya memutuskan untuk berpindah kewarganegaraan pada tahun 2025.

Di sektor pertahanan, nama Antonee Robinson juga menjadi contoh nyata. Lahir di Milton Keynes dan tumbuh besar di Merseyside, Robinson adalah produk akademi Everton. Meski memiliki darah Inggris dari sang ayah, ia memilih untuk berkomitmen penuh kepada tim nasional Amerika Serikat sejak tahun 2018. Keputusan ini membuktikan bahwa faktor kedekatan emosional sering kali mengalahkan faktor tempat kelahiran dalam menentukan pilihan tim nasional.

Eks gelandang Manchester United, Scott McTominay, juga masuk dalam daftar ini. Lahir di Lancashire, ia memilih untuk membela Skotlandia. Kariernya semakin bersinar setelah pindah ke Napoli pada 2024, di mana ia dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A. Pengalamannya di level tertinggi Eropa membuktikan bahwa pemain yang tidak membela Inggris tetap bisa mencapai puncak karier yang gemilang di level internasional.

Terakhir, ada sosok Felix Nmecha yang kini membela Jerman. Lahir di Hamburg dari ibu Jerman dan ayah Nigeria, Nmecha sempat merasakan atmosfer sepak bola Inggris melalui akademi Manchester City. Meski sempat membela tim muda Inggris, ia akhirnya memilih untuk kembali ke pelukan tim nasional Jerman. Fenomena ini menunjukkan betapa dinamisnya peta kekuatan sepak bola global saat ini, di mana perpindahan kewarganegaraan pemain menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi tim nasional di seluruh dunia.

Mengapa Ini Penting

Fenomena ini memberikan wawasan bagi penggemar sepak bola di Indonesia mengenai kompleksitas aturan FIFA terkait perpindahan kewarganegaraan. Hal ini juga menjadi pelajaran bagi federasi sepak bola nasional dalam mengelola talenta diaspora agar tidak kehilangan pemain potensial yang memiliki garis keturunan.

Sumber Asli
Bbc
Tanggal
8 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →