Piala Dunia 2026 menyajikan drama akhir karier bagi dua megabintang sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dengan narasi yang sangat kontras. Sementara Messi terus melaju dengan performa impresif dan dukungan penuh dari rekan setimnya, Cristiano Ronaldo justru harus mengakhiri perjalanannya di turnamen ini dengan catatan pahit setelah Portugal disingkirkan Spanyol 0-1 di babak 16 besar.
Mantan kapten tim nasional Inggris, Wayne Rooney, memberikan analisis tajam terkait kondisi internal skuad Selecao das Quinas. Menurut Rooney, terdapat kesenjangan atmosfer di tim Portugal di mana para pemain tampak tidak menikmati kehadiran Ronaldo di lapangan. Kritik ini muncul setelah Ronaldo tetap bermain penuh selama 90 menit meski performanya dianggap jauh dari standar, bahkan hanya mencatatkan 19 sentuhan bola sepanjang laga.
Keputusan staf pelatih Portugal untuk memarkir Goncalo Ramos—pemain yang tampil gemilang di babak sebelumnya—menjadi sorotan utama. Rooney membandingkan situasi ini dengan kondisi di kubu Argentina. Ia menilai bahwa skuad Argentina bermain dengan ketulusan untuk mendukung Messi, menciptakan harmoni yang membuat La Pulga mampu tampil fantastis dan memecahkan berbagai rekor, termasuk rekor assist terbanyak di Piala Dunia.
Kegagalan Portugal di turnamen kali ini terasa lebih menyakitkan mengingat kualitas individu yang dimiliki. Skuad Portugal dihuni oleh talenta papan atas seperti Bruno Fernandes, Nuno Mendes, hingga Vitinha yang baru saja membawa Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions. Namun, kemewahan materi pemain tersebut gagal diramu menjadi unit yang solid, yang justru mempertegas ketergantungan atau ego yang menyelimuti kehadiran sang kapten berusia 41 tahun tersebut.
Ronaldo sendiri secara resmi mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 adalah penampilan terakhirnya di panggung sepak bola terakbar. Meski sempat mencetak tiga gol sepanjang turnamen, ia harus mengakui bahwa perjalanannya berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Dengan rasa sedih namun tenang, Ronaldo menutup buku sejarahnya di Piala Dunia, sementara dunia sepak bola kini bersiap menyaksikan babak baru tanpa kehadiran salah satu pemain terbaik dalam sejarah tersebut.