Kylian Mbappe kembali menahbiskan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia. Bintang tim nasional Prancis ini resmi mencatatkan rekor sebagai pemain termuda yang mampu mengumpulkan 20 penampilan di ajang Piala Dunia. Pencapaian monumental ini diraih saat ia turun sebagai starter dalam laga krusial babak perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis melawan Maroko yang berlangsung di Stadion Boston, Amerika Serikat, pada Jumat (10/7) dini hari WIB.
Data statistik dari Opta mengonfirmasi bahwa Mbappe mencapai tonggak sejarah ini pada usia 37 tahun 201 hari. Angka tersebut sekaligus meruntuhkan rekor sebelumnya yang cukup lama dipegang oleh legenda sepak bola Polandia, Wladislaw Zmuda. Zmuda sebelumnya tercatat mencapai 20 penampilan di pentas dunia saat berusia 28 tahun 34 hari. Keberhasilan Mbappe memecahkan rekor ini menunjukkan konsistensi luar biasa dan ketahanan fisik sang pemain dalam menjaga performa di level tertinggi selama lebih dari satu dekade.
Selain rekor usia, ada catatan unik lainnya yang menyertai perjalanan Mbappe. Seluruh 20 penampilannya di Piala Dunia dilalui di bawah asuhan pelatih yang sama, Didier Deschamps. Kolaborasi jangka panjang antara pemain dan pelatih ini menjadi fenomena langka di sepak bola modern, di mana rotasi kepelatihan tim nasional biasanya terjadi jauh lebih cepat. Kestabilan taktis yang dibangun Deschamps di sekitar Mbappe telah menjadi fondasi utama kesuksesan Les Bleus dalam beberapa edisi turnamen terakhir.
Peran Mbappe bagi timnas Prancis tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia bukan sekadar pemain sayap, melainkan mesin gol utama bagi negaranya. Saat ini, ia memegang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus dengan koleksi 63 gol, melampaui rekor yang sebelumnya ditorehkan oleh Olivier Giroud dengan 57 gol. Statistik ini menegaskan dominasi Mbappe dalam memimpin lini depan Prancis sejak debut internasionalnya.
Dalam perhelatan Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Mbappe kembali menunjukkan taringnya dengan mengemas tujuh gol sejauh ini. Torehan tersebut menempatkannya dalam posisi sangat kompetitif dalam perburuan gelar Sepatu Emas. Ia hanya terpaut satu gol dari rival abadinya, Lionel Messi, yang saat ini memimpin daftar top skor sementara turnamen.
Persaingan sengit antara Mbappe dan Messi menjadi daya tarik utama Piala Dunia 2026. Keduanya masih aktif berkompetisi di babak perempat final, membuat setiap laga yang mereka jalani menjadi penentu siapa yang akan keluar sebagai predator gol paling tajam. Ketajaman Mbappe di depan gawang lawan akan menjadi kunci bagi Prancis saat menghadapi Maroko, tim yang dikenal memiliki pertahanan solid dan disiplin tinggi.
Keberhasilan Prancis melaju ke perempat final memberikan peluang besar bagi Mbappe untuk terus menambah koleksi gol dan penampilannya. Jika Prancis mampu melangkah lebih jauh hingga babak final, bukan tidak mungkin Mbappe akan memecahkan rekor-rekor lainnya, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah ada dalam sejarah sepak bola dunia.
Bagi para penggemar, performa Mbappe di lapangan bukan sekadar pertunjukan teknik, melainkan pelajaran tentang dedikasi. Di tengah usia yang terus bertambah, kemampuannya beradaptasi dengan sistem permainan dan menjaga ketajaman di depan gawang membuktikan bahwa ia adalah atlet profesional sejati. Dunia kini menanti apakah ia mampu membawa Prancis mempertahankan kejayaannya di Amerika Utara dan mengukuhkan statusnya sebagai GOAT masa depan.