Kapten timnas Prancis, Kylian Mbappe, mengeluarkan pernyataan emosional melalui surat terbuka yang diunggah di media sosial pada Senin (27/7). Surat tersebut ditujukan kepada seluruh rakyat Prancis setelah perjalanan tim di Piala Dunia 2026 berakhir tanpa trofi juara. Dalam suratnya, Mbappe mengaku bangga dengan perjuangan tim, namun juga tidak menutupi rasa kecewa.
"Kita tidak membawa pulang trofi tim. Ini menyakitkan dan akan terasa sakit untuk sementara waktu," tulis Mbappe. Ia menegaskan bahwa meskipun berhasil meraih Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak, penghargaan itu tidak akan berarti tanpa keberhasilan tim. "Aku bangga memenangkan Sepatu Emas, tetapi akan jauh lebih baik jika kita juga mendapatkan trofi," ungkapnya.
Mbappe memulai Piala Dunia 2026 dengan status kapten tim, sebuah peran yang ia emban dengan penuh kebanggaan. Di usia 27 tahun, ia telah tampil di tiga edisi Piala Dunia, satu di antaranya ia menangkan pada 2018 di Rusia. Pengalaman itu membuatnya kian sadar akan pentingnya kerja sama tim. "Sebagai seorang anak, saya bermimpi bermain di setidaknya satu Piala Dunia. Saya telah bermain di tiga Piala Dunia, memenangkan satu, dan tahun ini saya bangga bermain sebagai kapten. Saya tidak akan pernah melupakannya," tulisnya dalam surat yang penuh haru.
Prancis sejatinya tampil solid sepanjang turnamen. Namun, di pertandingan penentuan, mereka gagal memaksimalkan peluang. Mbappe menekankan bahwa kegagalan ini bukan akhir dari segalanya. "Kita menulis kisah ini bersama, dengan jutaan tangan, bukan hanya sebelas pemain di lapangan, semuanya didorong oleh semangat yang sama," ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada suporter yang setia mendukung tim dalam suka dan duka.
Menariknya, Mbappe mengingatkan bahwa sepak bola pada dasarnya adalah sebuah permainan. Meskipun dipertandingkan dengan serius, aturan dasarnya tetap sederhana. "Sebuah bola, sebuah gawang, keinginan untuk mencetak gol. Itulah mengapa permainan ini menyatukan kita semua dengan semangat yang sama," tulisnya. Pandangan ini relevan bagi sepak bola Indonesia yang tengah bergairah. Di tengah euforia, penting untuk tetap menjaga esensi olahraga: kebersamaan dan kegembiraan.
Kiprah Indonesia di Piala AFF 2024 serta meningkatnya performa tim Garuda menjadi angin segar bagi sepak bola nasional. Pesan Mbappe tentang kerja tim dan dukungan suporter bisa menjadi refleksi bagi pemain dan manajemen. Tanpa semangat kolektif, prestasi sulit diwujudkan. Surat terbuka ini menunjukkan bahwa kegagalan pun bisa menjadi momen berharga jika disikapi dengan dewasa.
Ke depannya, masih ada pertandingan lain yang menanti. "Akan ada malam musim panas atau musim dingin lainnya ketika kita semua akan berkumpul," tutup Mbappe. Timnas Prancis diyakini akan bangkit, dengan Mbappe masih menjadi andalan utama mereka. Bagi penggemar di Indonesia, pesan Mbappe menjadi inspirasi bahwa kegagalan adalah bagian dari perjalanan. Yang terpenting adalah usaha dan semangat yang telah diberikan.