Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, secara resmi menyatakan bahwa kondisi energinya telah pulih sepenuhnya. Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi mengenai peluangnya untuk menukangi tim nasional Jerman setelah Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) melakukan pendekatan pasca pengunduran diri Julian Nagelsmann.
Dalam keterangannya, Klopp mengakui bahwa meskipun saat ini bukan waktu yang ideal secara prosedural, ia merasa jauh lebih siap dibandingkan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa masa rehat yang ia ambil pasca meninggalkan Liverpool telah berhasil mengembalikan vitalitasnya untuk kembali ke dunia kepelatihan sepak bola tingkat tinggi.
Klopp saat ini masih terikat kontrak sebagai Kepala Sepak Bola Global di Red Bull. Meski demikian, laporan dari media internasional menyebutkan adanya kesepakatan lisan yang memungkinkan ia untuk mengakhiri kontraknya lebih awal jika tawaran melatih tim nasional Jerman datang secara resmi. Klopp menyatakan komitmennya untuk menghormati kontrak yang ada dan akan melakukan pembicaraan intensif dengan pihak manajemen Red Bull.
Lebih lanjut, Klopp menekankan bahwa tantangan yang dihadapi oleh sepak bola Jerman saat ini memerlukan perubahan yang jauh lebih fundamental daripada sekadar pergantian sosok pelatih. Ia menyoroti pentingnya reformasi dalam sistem sepak bola Jerman agar dapat kembali kompetitif di panggung internasional setelah kegagalan di Piala Dunia 2026.
Proses pengambilan keputusan ini dipastikan akan melibatkan diskusi mendalam dengan Direktur Pelaksana Red Bull, Oliver Mintzlaff. Klopp menyebut bahwa Mintzlaff memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan sepak bola Jerman, sehingga transisi yang dilakukan harus memberikan solusi terbaik bagi semua pihak yang terlibat, termasuk organisasi Red Bull sendiri.
Sebagai catatan, Klopp sempat memutuskan untuk beristirahat panjang setelah delapan tahun yang intens bersama Liverpool. Kini, dengan kembalinya minat untuk melatih, dunia sepak bola menanti apakah ia akan menjadi sosok yang mampu membawa Jerman bangkit dari keterpurukan performa pasca tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia 2026.