Julian Nagelsmann dilaporkan telah resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman. Keputusan ini diambil menyusul kegagalan mengejutkan skuad 'Der Panzer' yang tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia setelah kalah melalui drama adu penalti melawan Paraguay. Laporan dari berbagai media terkemuka, termasuk Bild dan Sky Germany, menyebutkan bahwa Nagelsmann telah menyepakati permintaan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) untuk mengakhiri kontraknya lebih awal.
Sebelumnya, Nagelsmann memiliki durasi kontrak yang mengikatnya hingga gelaran Kejuaraan Eropa 2028. Namun, pertemuan intensif selama tiga jam di markas besar DFB di Frankfurt pada hari Kamis lalu menjadi titik balik bagi karier kepelatihannya. Dalam pertemuan tersebut, pihak federasi dikabarkan menawarkan paket kompensasi sebesar tujuh juta euro, yang setara dengan gaji satu tahun, sebagai bentuk pesangon untuk memuluskan proses pemutusan hubungan kerja ini.
Kabar mundurnya pelatih berusia 38 tahun ini langsung memicu spekulasi mengenai suksesornya. Nama Jurgen Klopp mencuat sebagai kandidat utama yang diidamkan oleh DFB. Klopp, yang saat ini menjabat sebagai kepala global sepak bola di Red Bull, memiliki reputasi mentereng setelah kesuksesannya bersama Liverpool. Meskipun saat ini ia sedang aktif sebagai pengamat televisi untuk liputan Piala Dunia, klausul pelepasan dalam kontraknya diyakini memungkinkan Klopp untuk kembali ke lapangan sebagai pelatih kepala tim nasional Jerman.
Kegagalan di Piala Dunia kali ini menambah catatan kelam bagi sepak bola Jerman di kancah internasional. Kekalahan melalui adu penalti dari Paraguay di Boston merupakan momen bersejarah yang buruk, mengingat ini adalah kali pertama Jerman kalah dalam adu penalti di ajang Piala Dunia. Hasil ini memperpanjang tren negatif tim nasional Jerman yang belum pernah memenangkan pertandingan babak gugur sejak final Piala Dunia 2014 di Brasil.
Secara historis, posisi pelatih kepala timnas Jerman saat ini menjadi kursi panas yang sangat berisiko. Jika pengunduran diri ini dikonfirmasi secara resmi, Nagelsmann akan menjadi pelatih kedua dalam sejarah sepak bola Jerman yang harus melepaskan jabatannya secara prematur setelah Hansi Flick mengalami nasib serupa pada tahun 2023. Performa Jerman yang terus menurun, termasuk kegagalan lolos dari fase grup pada edisi 2018 dan 2022, menuntut perombakan total.
Publik Jerman kini menanti langkah konkret dari DFB dalam mencari sosok pemimpin baru yang mampu mengembalikan kejayaan tim nasional. Harapan besar tertuju pada sosok yang memiliki kharisma dan taktik mumpuni untuk memperbaiki performa tim yang telah lama tidak mencatatkan clean sheet di turnamen besar. Pergantian pelatih ini diharapkan menjadi awal dari era baru yang lebih kompetitif bagi tim berjuluk Die Mannschaft di masa depan.