Jordi Amat memancarkan keyakinan penuh soal peluang Timnas Indonesia meraih kemenangan pertama di Piala AFF 2026. Kapten skuad Merah Putih itu mengakui rasa ingin menang yang membara menjelang laga pembukaan Grup A melawan Kamboja di Stadion Gelora Pakansari, Bogor, Senin (27/7) mendatang. "Kami bisa meraih kemenangan pertama juga untuk Indonesia pada pertandingan pertama dan tim akan berkembang lagi," ujar Jordi saat ditemui wartawan usai latihan di Bali, Rabu (23/7).
Sebagai juara bertahan, Indonesia memang memasuki turnamen bergengsi Asia Tenggara ini dengan label favorit. Namun Jordi menegaskan status tersebut tidak membuat tim lengah. Ia justru melihat tekanan sebagai motivasi tambahan untuk menunjukkan kualitas sepak bola yang telah dibangun selama ini. "Jujur saja, saya sangat bersemangat," tambah pemain belakang Persija Jakarta itu dengan nada yakin.
Persiapan fisik dan mental saat ini menjadi fokus utama di pemusatan latihan Bali. Pelatih kepala John Herdman mengatur porsi latihan dengan hati-hati mengingat jadwal padat. Hari Rabu (23/7) misalnya diperuntukkan untuk sesi pemulihan setelah uji tanding intensif melawan tim Bali United kemarin. "Intensitasnya sangat tinggi. Pelatih cukup terkesan, begitu pula para pemain," ungkap Jordi soal respons tim terhadap metode latihan Herdman.
Komposisi skuad final untuk Piala AFF 2026 sendiri belum dipastikan Herdman. Puluhan pemain masih berkompetisi sengit merebut slot di daftar 23 orang yang akan dibawa ke turnamen. Latihan taktik, fisik, dan serangkaian uji tanding menjadi tolok ukur pelatih asal Kanada itu menilai kesiapan setiap individu. Keputusan akhir diharapkan keluar sebelum tim berangkat ke Jakarta Sabtu (25/7) mendatang.
Tantangan di Grup A tidak bisa diremehkan. Kamboja, Singapura, Vietnam, dan Timor Leste masing-masing punya karakter bermain berbeda. Kamboja yang jadi lawan pertama justru telah memperkuat tim dengan sejumlah pemain naturalisasi. Hal ini menciptakan dinamika baru yang harus diantisipasi oleh lini belakang Indonesia.
Jordi sendiri tidak terpengaruh dengan tren naturalisasi yang marak di negara-negara tetangga. Ia percaya kualitas intrinsik skuad Indonesia sudah cukup mumpuni. "Kami punya skuad yang hebat, sangat berbakat dan kami punya ide yang sangat jelas untuk sepak bola dan itu sangat penting bagi kami," tegasnya menjawab pertanyaan soal lawan yang dipenuhi pemain keturunan.
Keyakinan Jordi didasari oleh identitas bermain yang sudah tertanam di bawah era pelatih sebelumnya dan dilanjutkan Herdman. Sistem pertahanan yang kompak, transisi cepat, dan pemanfaatan sayap menjadi senjata andalan. Kapten tim berharap pola tersebut bisa dieksekusi sempurna sejak menit pertama laga pembukaan.
Dari sisi jadwal, Indonesia mendapat keuntungan bermain di hadapan penonton sendiri untuk dua laga: melawan Kamboja dan Vietnam. Kedua pertandingan tersebut dijadwalkan di Stadion Gelora Pakansari. Sementara laga lawan Timor Leste dan Singapura akan digelar di markas lawan. Dukungan penonton di Bogor diharapkan jadi faktor ekstra mendorong tim ke babak gugur.
Sejarah pertemuan Indonesia vs Kamboja di Piala AFF cenderung menguntungkan Garuda. Dalam edisi-edisi sebelumnya, Indonesia selalu mengumpulkan poin penuh saat berhadapan dengan tim Angkor Warriors. Namun Jordi menegaskan statistik masa lalu tidak menjamin hasil di lapangan. Setiap pertandingan adalah babak baru yang butuh persiapan maksimal.
Kebijakan Herdman memutar pemain di uji tanding terakhir juga jadi sorotan. Beberapa nama muda seperti Arkhan Fikri dan Zanadin Fariz diberi kesempatan menunjukkan kualitas di samping senior seperti Asnawi Mangkualam dan Rafael Struick. Campuran pengalaman dan gairah muda jadi modal Timnas menghadapi turnamen yang dikenal fisik dan emosional.
Langkah selanjutnya jelas: finalisasi skuad, perjalanan ke Jakarta, dan adaptasi dengan kondisi Stadion Gelora Pakansari. Herdman dijadwalkan menggelar konferensi pers pra-pertandingan Minggu (26/7) sore untuk mengungkapkan strategi hadapi Kamboja. Sementara Jordi dan rekan-rekan fokus menyisihkan segala kecemasan, menyiapkan fisik prima untuk laga pembukaan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen regional. Ini uji nyata proyek naturalisasi dan regenerasi yang digulirkan PSSI beberapa tahun belakangan. Kemenangan di laga pertama akan memberikan momentum psikologis besar, sekaligus menjawab skeptisisme soal konsistensi Timnas di kancah internasional.