Pelatih Sassuolo, Alberto Aquilani, menegaskan bahwa Jay Idzes belum siap menjadi pemain inti klub meski sudah dilaporkan pulih dari cedera. Meskipun kabar cepat beredar bahwa bek berusia 26 tahun itu akan tampil dalam laga perdana melawan Atalanta, Aquilani menolak buru-buruan memasangkannya sebagai starter.
Jay Idzes sempat dikabarkan sudah pulih dan bahkan disinggung-singgung akan langsung dimasukkan sejak menit awal. Namun, Aquilani menegaskan bahwa keputusan itu belum bisa diambil secara sembarangan. Menurutnya, pemulihan Idzes masih dalam tahap hati-hati agar tidak terulang cedera yang sama.
Latar belakangnya cukup kompleks. Pada akhir musim Serie A 2025/2026, Idzes mengalami cedera tumit yang cukup serius. Ini bukanlah kali pertama ia mengalami masalah fisik yang signifikan. Tahun lalu, ia melewati empat hingga lima bulan penuh gejolak akibat cedera serupa. Dengan catatan itu, pelatih berusia 42 tahun enggan mengambil risiko besar.
Aquilani juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi rekan-rekan Idzes. Sebastian Walukiewicz, misalnya, baru saja pulih dari cedera tungkai namun masih dalam proses evaluasi. Sementara itu, Fali Cande didera cedera ACL sejak awal tahun 2026 dan belum pasti kembali untuk musim ini.
Dampaknya cukup signifikan bagi Sassuolo. Baris pertahanan yang solid menjadi prioritas, terutama dengan kondisi tiga bek utama yang belum sepenuhnya fit. Namun, kehadiran Idzes yang pulih memberi harapan besar bagi klub berjuluk I Neroverdi untuk memulai musim dengan lebih percaya diri.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, berita ini penting karena Jay Idzes adalah kapten Timnas Indonesia. Kinerjanya di Eropa selalu menjadi sorotan, dan kesehatan fisiknya langsung berdampak pada keputusan skuad Putu. Jika ia tidak bisa kembali sepenuhnya, peluangnya untuk tampil dalam kompetisi internasional semisakan Piala Asia atau Piala Dunia semakin terbatas.
Aquilani menjelaskan bahwa ia dan tim medis sedang memantau kondisi Idzes secara ketat. "Kami berhati-hati karena tidak ingin memaksakan keadaan lalu kehilangan dia lagi," ujarnya. Pesannya jelas: kesabaran adalah kunci agar Idzes bisa kembali dengan kondisi optimal.
Di sisi lain, Walukiewicz sudah menyatakan kesiapannya untuk bergabung kembali dengan tim. Meski belum sepenuhnya 100 persen, ia siap membantu beban pertahanan yang semakin padat. Ini memberi ruang bagi Aquilani untuk lebih fleksibel dalam meramu formasi.
Proyeksi ke depan, Sassuolo diproyeksikan akan memulai musim dengan rotasi pemain di lini belakang. Idzes mungkin akan dimasukkan secara bertahap, tergantung respons fisiknya. Jika ia menunjukkan progres positif, peluangnya untuk menjadi starter akan semakin besar.
Untuk Idzes sendiri, fokusnya kini adalah pada proses pemulihan penuh. Ia tahu bahwa karir internasionalnya sangat bergantung pada kondisi fisiknya. Dengan dukungan dari klub dan tim medis, ia berupaya kembali secepatnya namun tetap aman.
Tim medis Sassuolo juga menekankan pentingnya komunikasi dengan pemain. Setiap langkah dalam pemulihan harus dilakukan secara bertahap dan terukur. Ini termasuk latihan intensitas rendah hingga simulasi pertandingan ringan.
Sementara itu, dukungan dari pihak klub terus mengalir. Mereka yakin bahwa kesabaran akan membayar. Jika Idzes benar-benar pulih, ia bisa menjadi tulang punggung pertahanan yang sangat dibutuhkan di musim mendatang.
Akhir kata, Aquilani menegaskan bahwa keputusan akhir akan didasarkan pada kesiapan medis, bukan tekanan dari luar. Ini menjadi prinsip utama dalam mengelola tim di musim baru.
Dengan semangat kompetitif yang tinggi, Sassuolo siap memulai musim baru. Semoga saja, kesehatan pemain bisa menjadi fondasi utama keberhasilan mereka di Liga Italia musim ini.