Olahraga

Jordi Amat Optimistis Timnas Indonesia Buka Piala AFF 2026 dengan Kemenangan Atas Kamboja

Ringkasan

  • Kapten Timnas Indonesia Jordi Amat mengungkapkan kepercayaan diri penuh untuk meraih kemenangan perdana saat menghadapi Kamboja di laga pembuka Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Bogor, Senin (27/7).

Jordi Amat tampak percaya diri saat berbicara soal prospek Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Kapten skuad Merah Putih itu menegaskan timnya siap meraih tiga poin penuh di laga pembuka Grup A melawan Kamboja di Stadion Gelora Pakansari, Bogor, Senin (27/7) malam. Kemenangan itu diharapkan jadi momentum awal yang penting bagi perjuangan mempertahankan gelar juara bertahan.

Kepercayaan diri Jordi tidak terlepas dari persiapan intensif yang dilalui tim di pemusatan latihan Bali. Selama berminggu-minggu, pemain-pemain dilatih keras oleh pelatih John Herdman dengan fokus pada aspek taktik, fisik, hingga uji coba internal. Jordi sendiri mengakui intensitas latihan sangat tinggi, hingga hari ini (23/7) jadwal difokuskan untuk pemulihan pasca laga uji coba yang berat melawan tim Bali.

Sebagai juara bertahan, Indonesia memasuki turnamen ini dengan target jelas: mempertahankan trofi. Namun tantangan tidak ringan. Grup A menempatkan Garuda berhadapan dengan Vietnam yang selalu jadi lawan klasik, Singapura yang konsisten, Timor Leste, dan Kamboja yang kini diperkuat pemain naturalisasi. Persaingan di kawasan ASEAN memang semakin ketat sejak beberapa negara mulai menggaet pemain keturunan untuk memperkuat skuad masing-masing.

Soal ancaman naturalisasi lawan, Jordi memilih tenang. Ia menegaskan Indonesia memiliki skuad hebat, berbakat, dan yang paling penting — memiliki ide sepak bola yang jelas di bawah arahan Herdman. "Itu sangat penting bagi kami," ujar bek Persija Jakarta itu. Keyakinan ini dibangun bukan hanya dari nama-nama besar di skuad, tapi dari sistem permainan yang sudah mulai terbentuk selama pemusatan.

Pelatih John Herdman sendiri belum mengumumkan daftar final 23 pemain yang akan dibawa ke turnamen. Puluhan pemain masih berkompetisi di Bali untuk merebut tiket. Herdman dinilai cukup terkesan dengan komitmen dan intensitas para pemain selama latihan. Keputusan final diambil sebelum tim berangkat ke Jakarta pada Sabtu (25/7) mendatang.

Jadwal pertandingan Indonesia di fase grup sudah pasti. Garuda akan menjamu Kamboja dan Vietnam di Gelora Pakansari, sementara laga lawan Timor Leste dan Singapura dijadwalkan di luar negeri. Dua laga di hadapan penonton sendiri menjadi peluang emas untuk mengumpulkan poin penuh sejak dini, sekaligus membangun momentum psikologis sebelum menghadapi lawan-lawang lebih berat.

Kamboja sendiri tidak boleh diremehkan. Di bawah asisten pelatih Kazuo Saito, tim Angkor Warriors telah menunjukkan perkembangan signifikan. Rekrutmen pemain naturalisasi seperti Nick Taylor dan Andres Nieto menambah variasi serangan mereka. Laga pembuka ini akan jadi uji nyata seberapa jauh sistem pertahanan Indonesia yang dibangun Herdman mampu menahan tekanan lawan yang fisik dan cepat.

Bagi Jordi, Piala AFF 2026 bukan sekadar turnamen biasa. Ini kesempatan untuk menegaskan dominasi Indonesia di tingkat kawasan setelah kemenangan edisi 2024. Ia ingin tim tidak hanya menang, tapi berkembang dari pertandingan ke pertandingan. Mentalitas juara yang dibawa kapten ini diharapkan menular ke seluruh skuad, termasuk pemain-pemain muda yang debut di panggung senior.

Dari sisi taktis, Herdman diharapkan memainkan formasi fleksibel yang bisa beradaptasi dengan lawan. Kontrol bola di tengah melalui pemain kreatif seperti Marselino Ferdinan atau Arkhan Fikri akan jadi kunci memecah benteng Kamboja. Di lini depan, ketajaman striker — apakah itu Rafael Struick, Ramadhan Sananta, atau pemain lain — akan menentukan efisiensi peluang yang diciptakan.

Dukungan penonton di Gelora Pakansari juga jadi faktor tak terabaikan. Stadion yang dipenuhi 30.000 penonton akan menciptakan atmosfer menakutkan bagi lawan, sekaligus memberi dorongan ekstra bagi pemain Indonesia. Manajemen pertandingan dan keamanan pun sudah disiapkan ketat oleh PSSI dan pihak kepolisian untuk memastikan laga berlangsung lancar dan aman.

Jika Indonesia berhasil membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan, psikologi tim akan jauh lebih tenang menghadapi laga kedua lawan Vietnam — yang selalu jadi pertarungan sengit. Sebalikkan, hasil buruk di laga pembuka bisa menciptakan tekanan berlebih di awal perjalanan. Oleh karena itu, tiga poin lawan Kamboja bukan sekadar target, tapi keharusan.

Ke depan, performa Timnas di Piala AFF 2026 akan jadi barometer kesiapan Indonesia menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2027. Sistem yang dibangun Herdman, kohesi tim, dan kemampuan mengeksekusi rencana permainan di bawah tekanan akan diuji di setiap menit turnamen ini. Jordi dan rekan-rekannya sadar: sejarah tidak menunggu yang ragu.

Mengapa Ini Penting

Kemenangan pembuka lawan Kamboja bukan hanya soal tiga poin, tapi fondasi mental untuk mempertahankan gelar juara AFF di tengah persaingan yang semakin ketat karena maraknya naturalisasi di negara tetangga. Performa di turnamen ini akan jadi benchmark nyata keberhasilan proyek John Herdman membangun identitas bermain Indonesia yang kohesif dan berkelanjutan menuju kualifikasi Piala Dunia 2026. Bagi Jordi Amat, ini uji kepemimpinan sebagai kapten di panggung senior terbesar kawasan setelah era Shin Tae-yong. Hasil buruk di awal bisa mengguncang kepercayaan publik dan sponsor pada manajemen PSSI saat ini.

Sumber Asli
CNN Indonesia Olahraga
Tanggal
23 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit