Jepang mengawali langkah mereka di ajang Nations Championship dengan gemilang setelah mencatatkan kemenangan meyakinkan atas Italia di Tokyo, Sabtu malam. Di hadapan para pendukung yang memadati stadion, tim berjuluk Brave Blossoms ini sukses mengamankan kemenangan dengan skor akhir 27-10, sekaligus menandai peningkatan performa yang signifikan dalam kancah rugbi internasional.
Sepanjang pertandingan, Jepang berhasil menguasai jalannya permainan dengan mencetak tiga try berbanding satu try yang dicetak oleh Italia. Konsistensi dan ketajaman serangan Jepang terus menekan pertahanan tim Azzurri hingga peluit panjang dibunyikan. Sebaliknya, Italia tampak kesulitan mengembangkan pola permainan mereka akibat banyaknya kesalahan sendiri (unforced errors) yang dilakukan di sepanjang babak.
Italia sebenarnya sempat memberikan harapan di awal laga melalui pergerakan Juan Ignacio Brex pada menit kelima. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah kapten Jepang, Warner Dearns, membalas dengan mencetak try setelah rangkaian serangan intensif dari lini depan. Dominasi lapangan dan penguasaan bola yang konsisten membuat Jepang terus menekan Italia hingga ke area pertahanan mereka sendiri.
Performa impresif juga ditunjukkan oleh debutan Ryunosuke Ito yang bermain sebagai flyhalf, bersama Naoto Saito di posisi scrumhalf. Keduanya menjadi motor serangan yang krusial bagi Jepang. Pelatih Italia, Gonzalo Quesada, secara khusus memuji karakter dan ketenangan Ito, yang sempat diprediksi akan menjadi titik terlemah Jepang karena minimnya pengalaman, namun justru tampil memukau di lapangan.
Jepang menambah keunggulan mereka melalui try dari Tatsuro Matsunaga pada menit ke-17 setelah menerima operan dari Yuya Hirose. Try ketiga akhirnya tercipta pada menit ke-47 melalui Ben Gunter, yang berhasil menembus pertahanan Italia setelah Jepang melakukan lebih dari 15 fase serangan yang sabar dan terorganisir. Meski Italia sempat memberikan perlawanan melalui kekuatan fisik para pemain depan mereka, Jepang tetap mampu menjaga keunggulan.
Turnamen Nations Championship ini sendiri merupakan ajang baru yang mempertemukan 12 tim dari belahan bumi Utara dan Selatan. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi Jepang, terutama di tengah absennya pelatih kepala Eddie Jones yang tidak dapat mendampingi tim akibat sanksi larangan hadir terkait perilaku verbal terhadap ofisial pertandingan sebelumnya. Kemenangan ini memberikan sinyal positif bagi masa depan rugbi Jepang di panggung dunia.