Petenis Indonesia Janice Tjen menunjukkan kelasnya di ajang WTA 500 Washington Open. Berlaga di nomor ganda putri, ia berpasangan dengan petenis China Shuai Zhang. Keduanya sukses menghentikan langkah Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dengan skor 6-3, 6-4 dalam waktu satu jam 13 menit.
Sejak awal pertandingan, Janice/Zhang yang merupakan unggulan ketiga langsung mengambil inisiatif. Mereka memimpin 3-1 pada set pertama dan menutupnya dengan 6-3. Memasuki set kedua, dominasi mereka semakin terlihat setelah unggul 5-1. Namun lawan sempat memberikan perlawanan dengan memenangkan tiga gim beruntun menjadi 5-4. Beruntung, pengalaman dan ketenangan pasangan Indonesia-China itu membuat mereka mampu mengamankan set kedua dengan 6-4.
Bagi Janice Tjen, hasil ini menjadi salah satu pencapaian terbaiknya di turnamen WTA. Sebelumnya, ia pernah mencapai babak kedua di beberapa turnamen, namun konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Di Washington, ia tampil solid bersama Zhang yang sudah malang melintang di sirkuit tenis dunia.
Washington Open merupakan bagian dari US Open Series, rangkaian turnamen yang menjadi persiapan menuju Grand Slam US Open. Dengan lolos ke perempat final, Janice Tjen mengumpulkan poin berharga yang bisa meningkatkan peringkatnya. Tak hanya itu, kepercayaan dirinya juga terdongkrak menghadapi turnamen besar.
Pencapaian Janice Tjen menjadi angin segar bagi tenis Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sulit menemukan wakil Indonesia yang bisa melaju jauh di turnamen WTA. Prestasi ini setidaknya membuktikan bahwa talenta tenis Indonesia masih bisa bersaing dengan negara lain.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama apik dengan Shuai Zhang. Zhang, yang merupakan mantan juara Grand Slam nomor ganda, memberikan pengalaman dan stabilitas. Sementara itu, Janice yang bermain agresif di baseline menjadi pelengkap yang sempurna. Kombinasi ini sulit ditembus lawan sepanjang pertandingan.
Namun, perjuangan Janice masih panjang. Di babak perempat final, mereka sudah ditunggu pemenang antara Miyu Kato/Giuliana Olmos melawan Tereza Mihalikova/Heather Watson. Lawan-lawan tersebut memiliki kualitas merata. Siapa pun yang menjadi lawan, Janice/Zhang harus kembali tampil maksimal.
Bagi penggemar tenis Indonesia, langkah Janice Tjen ini layak diapresiasi. Ia menjadi representasi bahwa atlet Indonesia bisa berprestasi di level tertinggi meski minim dukungan. Ke depannya, diharapkan muncul lebih banyak petenis Indonesia yang mampu meniru jejak Janice.
Indonesia sendiri saat ini memiliki beberapa petenis muda yang berlatih di luar negeri. Mereka butuh turnamen dan pengalaman untuk berkembang. Prestasi Janice Tjen di Washington bisa menjadi inspirasi dan bukti bahwa jalan menuju puncak masih terbuka.
Janice Tjen sendiri masih memiliki satu misi besar tahun ini: tampil di US Open. Dengan hasil positif di Washington, ia berada di jalur yang tepat. Turnamen Grand Slam tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kemampuan dan mental bertandingnya.
Pertandingan perempat final Washington Open dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. Semua mata akan tertuju pada penampilan Janice Tjen dan Shuai Zhang. Jika mampu melaju lebih jauh, bukan tidak mungkin namanya akan semakin diperhitungkan di kancah tenis dunia.