Petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, mencatatkan performa gemilang di ajang Guangzhou Open 2026. Berlaga di Nansha International Tennis Center pada Selasa (27/10), Janice sukses menundukkan wakil Uzbekistan, Polina Kudermetova, dua set langsung dengan skor identik 6-2, 6-2.
Kemenangan ini menjadi bukti kesiapan Janice dalam menghadapi turnamen level internasional yang menuntut ketahanan fisik dan mental tinggi. Meski sempat mengalami tekanan di awal set pertama, ia mampu mempertahankan fokus dan kendali permainan hingga menutup laga dengan dominan.
Pada set pertama, Kudermetova sempat memberikan perlawanan yang cukup merepotkan. Petenis Uzbekistan tersebut bahkan sempat unggul 40-0 pada gim pembuka. Namun, Janice menunjukkan kapasitasnya sebagai petenis nomor satu Indonesia dengan membalikkan keadaan secara impresif. Ia berhasil bangkit dan melesat unggul 5-1, meskipun gim kelima dan keenam diwarnai pertarungan sengit yang mengharuskan keduanya melalui fase deuce.
Memasuki gim ketujuh, Kudermetova sempat mencoba memangkas jarak menjadi 2-5. Akan tetapi, ketenangan Janice di gim kedelapan menjadi penentu. Ia menutup set pertama dengan skor 6-2 melalui keunggulan 40-15, menunjukkan efektivitas pukulan yang mematikan di momen-momen krusial.
Memasuki set kedua, tensi permainan justru meningkat. Kudermetova berusaha bangkit dan memberikan perlawanan lebih alot pada gim pertama. Duel panjang yang diwarnai deuce kembali terjadi, namun Janice tetap konsisten menjaga ritme permainannya. Keberhasilan memenangkan gim pembuka set kedua menjadi modal psikologis penting bagi Janice untuk terus menekan.
Dominasi Janice berlanjut hingga gim keempat, di mana ia unggul telak 4-0. Strategi penempatan bola yang cerdik membuat lawan kesulitan mengembangkan permainan. Meski Kudermetova sempat mencuri gim kelima, Janice tetap tidak kehilangan arah. Ia kembali mencetak skor 5-1 sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 6-2 di set kedua.
Bagi publik tenis Indonesia, keberhasilan Janice Tjen di Guangzhou Open 2026 menjadi oase di tengah minimnya representasi petenis putri Tanah Air di turnamen level dunia. Kemenangan ini bukan sekadar hasil di papan skor, melainkan sinyal positif bahwa petenis Indonesia mulai mampu bersaing secara konsisten dengan pemain-pemain dari negara dengan tradisi tenis yang kuat.
Industri olahraga tenis di Indonesia saat ini memang sedang membutuhkan sosok inspiratif seperti Janice. Konsistensi yang ditunjukkan Janice di lapangan keras Nansha International Tennis Center memberikan harapan baru bagi regenerasi atlet tenis putri nasional agar lebih berani terjun di turnamen WTA atau ITF level atas.
Dibandingkan dengan situasi beberapa tahun lalu, perkembangan Janice mencerminkan peningkatan kualitas persiapan dan jam terbang yang lebih terukur. Kematangan dalam mengelola emosi saat tertinggal di awal gim menjadi pembeda utama yang terlihat jelas dalam pertandingan ini. Ia tidak lagi mudah panik dan mampu mengeksekusi rencana permainan dengan lebih taktis.
Analisis teknis menunjukkan bahwa Janice memiliki keunggulan dalam menjaga kedalaman bola (depth control) yang membuat lawan sulit melancarkan serangan balasan. Jika ia terus mempertahankan level permainan ini, peluang untuk menembus peringkat yang lebih tinggi di ranking dunia sangat terbuka lebar.
Menatap babak 16 besar, tantangan tentu akan semakin berat. Pemain yang lolos ke fase ini merupakan atlet-atlet yang memiliki kualitas teknik mumpuni dan daya tahan fisik yang mumpuni. Fokus Janice kini harus tertuju pada pemulihan kondisi fisik agar bisa tampil prima di laga berikutnya.
Keberhasilan di Guangzhou ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi Janice untuk terus mendaki tangga prestasi. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk federasi dan sponsor, akan sangat krusial bagi keberlanjutan kariernya di kancah profesional internasional. Tren positif ini diharapkan dapat menular pada petenis muda lainnya di Indonesia, membuktikan bahwa dengan disiplin tinggi, atlet nasional mampu berbicara banyak di panggung dunia.