Petenis putri andalan Indonesia, Janice Tjen, akan melakoni laga krusial dalam upaya mempertahankan gelar juaranya di turnamen Chennai Open 2026. Janice dijadwalkan menantang wakil Uzbekistan, Polina Kudermetova, pada babak perempat final yang diprediksi berlangsung sengit di lapangan keras Chennai, India.
Langkah Janice menuju delapan besar ditempuh setelah ia menyingkirkan wakil Taiwan, Joanna Garland, melalui pertarungan ketat dua set dengan skor 7-6 dan 6-1. Kemenangan tersebut menjadi suntikan moral berharga bagi petenis yang sebelumnya tampil impresif dengan menumbangkan Katherine Hui di babak 32 besar.
Di sisi lain, Polina Kudermetova melaju ke babak perempat final dengan performa yang jauh lebih dominan. Petenis berusia 23 tahun tersebut mengandaskan perlawanan atlet Spanyol, Oksana Selekhmeteva, dengan skor telak 6-3 dan 6-0. Performa impresif Kudermetova sepanjang turnamen ini menempatkannya sebagai lawan yang patut diwaspadai oleh Janice.
Secara statistik, Kudermetova saat ini menempati peringkat ke-93 dunia. Sementara itu, Janice kini berada di peringkat ke-75. Posisi Janice memang mengalami penurunan sebanyak 28 tangga setelah performa yang kurang konsisten di beberapa turnamen WTA terakhir. Kondisi ini membuat pertarungan di Chennai menjadi momentum krusial baginya untuk memperbaiki posisi di ranking dunia.
Rekam jejak pertemuan keduanya memberikan sedikit keunggulan psikologis bagi wakil Indonesia. Berdasarkan data WTA, Janice dan Kudermetova baru sekali berhadapan, yakni pada babak 32 besar Guangzhou Open 2026 akhir Oktober lalu. Saat itu, Janice sukses membungkam Kudermetova lewat kemenangan straight set 6-2 dan 6-2.
Kendati unggul dalam rekor pertemuan, Janice menyadari bahwa setiap pertandingan tenis memiliki dinamika berbeda. Adaptasi terhadap kondisi lapangan dan tingkat kebugaran pada hari pertandingan akan menjadi penentu utama. Kudermetova dipastikan telah melakukan evaluasi mendalam atas kekalahan sebelumnya dan akan tampil lebih agresif untuk membalas dendam.
Bagi publik tenis Indonesia, kiprah Janice di Chennai Open menjadi sorotan penting di tengah minimnya atlet tanah air yang mampu menembus level persaingan WTA. Keberhasilan Janice bertahan sebagai juara bertahan menunjukkan bahwa ia memiliki kapasitas untuk bersaing di level internasional secara berkelanjutan.
Jika mampu melewati adangan Kudermetova, Janice sudah dinanti oleh pemenang antara Robin Montgomery atau Maaya Rajeshwaran Revathi di babak semifinal. Jalan menuju podium juara masih cukup panjang, namun kemenangan di perempat final akan membuka lebar peluangnya untuk mengulang kesuksesan tahun 2025.
Jadwal resmi pertandingan memang belum dirilis secara detail oleh pihak penyelenggara, namun diperkirakan duel ini akan dihelat pada Jumat (6/11). Para penggemar olahraga nasional kini menantikan apakah Janice mampu menjaga ketenangannya di bawah tekanan status juara bertahan.
Potensi Janice untuk kembali menjuarai Chennai Open akan menjadi modal besar bagi karier jangka panjangnya. Konsistensi di turnamen level ini sangat dibutuhkan agar ia bisa kembali menembus jajaran petenis elit dunia dan memperbaiki ranking yang sempat merosot.
Menilik tren tenis putri saat ini, dominasi petenis muda seperti Janice dan Kudermetova menunjukkan pergeseran peta kekuatan di kancah WTA. Persaingan ketat di Chennai Open membuktikan bahwa level permainan petenis di luar peringkat 50 besar dunia kini semakin sulit dibedakan, di mana mentalitas pemenang menjadi pembeda utama.
Ke depannya, hasil di Chennai ini akan menentukan langkah Janice dalam menyusun jadwal turnamen di penghujung tahun. Harapan besar tentu disematkan kepada petenis kelahiran 2002 ini untuk terus konsisten membawa nama Indonesia berkibar di panggung tenis internasional.