Janice Tjen harus puas menjadi penonton dini hari setelah menelan kekalahan dramatis dari Liudmila Samsonova di babak pembuka WTA Toronto Open. Laga yang berlangsung di Kanada, Selasa (4/8) dini hari WIB, berakhir dengan skor 6-7 (9-11), 5-7 setelah berlangsung sengit selama dua set. Kekalahan ini menandai ketiganya Janice tumbang di tangan petenis Rusia tersebut, setelah sebelumnya kalah di Madrid dan Abu Dhabi.
Pertarungan ketat sudah terlihat sejak game-game awal set pertama. Kedua pemain saling mempertahankan servis hingga skor mengunci 6-6, memaksa tie-break. Di titik kritis itu, Janice sempat mengunggul dan memiliki set point, namun Samsonova menunjukkan mental baja di momen-momen menentukan. Petenis berusia 26 tahun itu menutup tie-break 11-9 setelah menyalip posisi 8-9.
Masuk set kedua, alur pertandingan tak banyak berubah. Keduanya terus berbalas menahan servis hingga skor 5-5. Di game ke-11, Samsonova berhasil melakukan break poin vital yang jadi penentu. Janice gagal membalas di game berikutnya, menyerahkan kemenangan straight-set ke lawannya.
Rekor head-to-head yang kini membengkak jadi 0-3 justru menyimpan narasi progresif. Kekalahan di Toronto ini dinilai sebagai pertarungan paling ketat yang pernah dihadirkan Janice melawan Samsonova. Di Madrid dan Abu Dhabi, selisih kemampuan terasa lebih nyata. Kali ini, Janice mampu mendorong nomor 14 dunia ke batas kemampuan selama dua set penuh.
Toronto Open merupakan turnamen kategori WTA 1000, level tertinggi di bawah Grand Slam. Turnamen ini menjadi bagian dari seri US Open Series — rangkaian persiapan menuju Grand Slam terakhir tahun ini. Performa di sini sangat menentukan seeding dan momentum di Flushing Meadows nanti.
Bagi Janice yang saat ini menduduki posisi 36 dunia, kekalahan dini ini berarti kehilangan kesempatan mengumpulkan poin ranking berharga. Ia butuh minimal mencapai babak ketiga untuk mengejar target menembus 30 besar. Musim keras ini sudah dimulai sejak awal tahun, di mana konsistensi jadi tantangan utama.
Performa bagus di US Open 2023 menjadi tonggak karir Janice. Lolos ke babak ketiga di Grand Slam itu melonjakkan namanya ke puncak karir. Namun musim 2024 menunjukkan pola naik-turun. Beberapa kali lolos kualifikasi turnamen besar, tapi sulit menembus babak kedua main draw.
Samsonova sendiri dikenal sebagai pemain agresif dengan servis dan forehand berbahaya. Dia pernah juara WTA 1000 di Guadalajara 2022 dan semifinal Wimbledon 2023. Gaya main power baseline-nya cocok di hard court cepat seperti Toronto. Janice yang bermain lebih variatif dengan slice dan drop shot sempat mengganggu ritme lawan.
Kendati kalah, ada sisi positif yang bisa diambil. Janice menunjukkan daya tahan fisik dan mental yang lebih baik dibanding pertemuan sebelumnya. Ia tidak goyah saat tertinggal di tie-break set pertama, malah menciptakan peluang set point. Hal ini mengindikasikan perkembangan dalam manajemen poin penting.
Jadwal padat menanti. Pekan depan, Cincinnati Open (WTA 1000) jadi kesempatan terakhir mengumpulkan poin sebelum US Open dimulai 30 Agustus. Janice butuh performa konsisten di Ohio untuk memperbaiki seeding di New York. Tim coachingnya kemungkinan akan fokus pada konsistensi servis pertama dan konversi break point.
Sejarah menunjukkan Janice mampu bangkit setelah kekalahan telak. Musim lalu, usai kalah di babak pertama Montreal, ia justru berlari ke babak ketiga US Open. Pola serupa bisa terulang jika ia memanfaatkan dua minggu tersisa untuk penyesuaian taktis dan pemulihan kepercayaan diri.
Bagi tenis Indonesia, perjuangan Janice di level WTA 1000 jadi barometer kemajuan. Ia satu-satunya petenis putri Indonesia di main draw turnamen bergengsi ini. Kehadirannya sendirian di panggung elit menegaskan jarak yang masih harus ditempuh regenerasi tenis nasional untuk menghasilkan pemain berbakat sekuel.
Fokus kini beralih ke Cincinnati. Undian belum keluar, tapi lawan apapun akan hadapi Janice yang berbeda dari versi Madrid atau Abu Dhabi. Versi Toronto sudah membuktikan dia bisa bersaing setara dengan top-20. Tugas selanjutnya: mengubah 'bersaing' jadi 'menang'.