Pelatih Timnas Indonesia John Herdman angkat bicara mengenai keputusannya melakukan rotasi pemain kunci saat melawan Kamboja pada laga perdana Grup B Piala AFF 2026. Herdman menegaskan bahwa langkah tersebut bukan dilandasi anggapan remeh terhadap lawan, melainkan strategi untuk menguji pemain dan mengelola kebugaran tim.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Chonburi, Thailand, Senin (27/7) lalu, Herdman menarik sejumlah pemain inti seperti Ivar Jenner, Marc Klok, Mitchell Baker, Beckham Putra, dan Shayne Pattynama di babak kedua. Mereka digantikan oleh pemain yang belum pernah tampil sebelumnya, seperti Brian Fatari, I Kadek Agung Widnyana, dan Jens Raven yang menjalani debut.
Herdman menjelaskan bahwa kondisi tim saat ini tengah dalam masa pramusim. Sebagian besar pemain belum mencapai peak performa karena kompetisi domestik sedang libur. "Ini seperti turnamen pramusim bagi mereka. Para pemain belum bermain penuh 90 menit," ujarnya.
Di sisi lain, bek seperti Rizky Ridho, Dony Tri, dan Thom Haye tetap bermain penuh. Herdman menyebutnya sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan fisik pemain yang dinilai membutuhkan menit bermain lebih banyak. "Memaksakan pemain seperti Ridho, Dony, dan Sandy bermain 90 menit adalah bagian dari program peningkatan kebugaran," kata Herdman.
Lebih jauh, Herdman mengungkapkan bahwa dirinya berhati-hati dalam mengatur menit bermain karena beberapa pemain baru pulih dari cedera, bahkan ada yang sempat tanpa klub. Karena itu ia sangat berterima kasih kepada klub-klub Indonesia yang melepas pemainnya di tengah persiapan kompetisi. "Kami harus bersikap adil terhadap pemain dan klub," tegasnya.
Keputusan merotasi juga dimungkinkan setelah Indonesia unggul 3-0 pada babak pertama. Keunggulan tersebut memberi ruang bagi Herdman untuk menarik pemain kunci lebih awal dan mengurangi risiko cedera. "Itu memberi kami kesempatan melakukan rotasi agar pemain tidak berisiko cedera," jelasnya.
Strategi rotasi ini menjadi sorotan penting karena Piala AFF 2026 digelar di luar kalender normal kompetisi Asia Tenggara akibat penyesuaian jadwal FIFA. Manajemen kebugaran pemain menjadi kunci, terutama dengan padatnya pertandingan grup.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pendekatan Herdman ini menunjukkan kedalaman skuad yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Pemain muda seperti Brian Fatari dan Jens Raven mendapat kesempatan membuktikan diri di turnamen resmi, sebuah investasi jangka panjang bagi tim nasional.
Langkah Herdman juga berbeda dengan pendekatan pelatih sebelumnya yang cenderung memainkan skuad utama di setiap laga. Rotasi ini justru bisa menjaga kebugaran pemain inti untuk babak knockout nanti.
Selanjutnya, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Timor Leste pada Jumat (31/7) di Stadion Chonburi. Herdman belum memastikan apakah rotasi akan kembali dilakukan, namun ia akan mengevaluasi kondisi pemain setelah pertandingan melawan Kamboja.
Timnas Indonesia saat ini memuncaki klasemen Grup B sementara dengan tiga poin. Kemenangan atas Timor Leste akan memperbesar peluang lolos ke semifinal. Herdman menegaskan bahwa fokus tim adalah meraih hasil maksimal tanpa mengorbankan fisik pemain.
Dengan manajemen beban yang cermat, harapan untuk lolos ke final dan meraih gelar perdana Piala AFF sejak 2023 menjadi lebih realistis. Herdman menunjukkan bahwa ia tidak hanya memikirkan hasil jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan performa pemain sepanjang turnamen.