Petenis veteran asal Bulgaria, Grigor Dimitrov, berhasil menorehkan penampilan impresif di turnamen Wimbledon setelah mengalahkan bintang muda Ceko, Jakub Mensik. Dalam pertarungan sengit di Court One, Dimitrov menang dengan skor 7-6(5), 4-6, 7-5, 6-3. Kemenangan ini menjadi bukti bangkitnya sang petenis setelah sempat dihantui trauma cedera berkepanjangan yang hampir mengakhiri karier profesionalnya.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Dimitrov, mengingat tepat setahun lalu di ajang yang sama, ia harus mundur di babak keempat akibat cedera otot pektoral yang parah. Momen tersebut menjadi titik terendah dalam kariernya, di mana ia mengaku sempat menangis selama dua jam di ruang ganti karena merasa putus asa. Cedera tersebut merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut di ajang Grand Slam, membuatnya sempat takut untuk berlatih dengan intensitas tinggi.
Namun, melawan Mensik yang berusia 15 tahun lebih muda dan sedang dalam performa terbaiknya setelah mencapai semifinal French Open, Dimitrov menunjukkan kelasnya. Ia berhasil mengendalikan permainan dengan teknik grass-court yang matang, mengingatkan penonton pada gaya permainan idolanya, Roger Federer. Strategi ini terbukti efektif dalam mematahkan dominasi petenis muda yang sedang naik daun tersebut.
Dalam konferensi pers pascapertandingan, Dimitrov menegaskan bahwa kunci kemenangannya adalah keberanian untuk berdamai dengan rasa takut. Ia menekankan bahwa rasa takut bukanlah kawan dalam kompetisi profesional. Menurutnya, jika seorang atlet ingin berkompetisi di level tertinggi, ia harus berani memberikan segalanya dan tidak membiarkan keraguan menghambat performa di lapangan.
Sepanjang pertandingan, Dimitrov menunjukkan ketenangan luar biasa, terutama saat menghadapi tujuh break point di set pertama. Meskipun sempat ada kendala teknis saat atap stadion harus ditutup karena minimnya cahaya, ia tetap mampu menjaga fokusnya. Konsistensi dalam menggunakan pukulan sliced backhand satu tangan menjadi senjata utama yang membuat Mensik kewalahan sepanjang laga berlangsung.
Kini, Dimitrov telah melangkah ke babak ketiga Wimbledon untuk keempat kalinya secara beruntun. Ia menyatakan bahwa saat ini kondisi fisiknya dalam keadaan prima dan siap menghadapi tantangan berikutnya melawan Matteo Berrettini. Bagi Dimitrov, setiap pertandingan di Wimbledon kini ia jalani dengan penuh kesadaran untuk tetap hadir sepenuhnya di setiap poin yang ia mainkan.