Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, New Jersey, berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk Spanyol atas Argentina. Gol kemenangan dicetak Ferran Torres pada menit ke-106 usai memanfaatkan umpan sundulan Nico Williams dari sayap kiri. Tembakan kaki kiri pemain Barcelona itu melesat ke gawang Emiliano Martinez, mengakhiri harapan La Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia.
Kemenangan itu membawa Spanyol meraih trofi Piala Dunia kedua dalam sejarah setelah 2010. Namun di balik euforia La Furia Roja, terdapat kisah aneh yang menarik perhatian media dunia. Sebuah buku ilustrasi anak-anak berjudul "El Juego Mundial" atau "The World's Game" ternyata telah meramalkan alur final ini dengan ketelitian yang menggemparkan.
Buku karya Andres Landazabal diterbitkan di Amerika Serikat pada 2 Juni 2026 — tepat satu setengah bulan sebelum final digelar. Di halaman-halamannya, final Piala Dunia digambarkan mempertemukan Spanyol dan Argentina, dengan Spanyol mengangkat trofi. Bahkan nomor punggung pencetak gol kemenangan pun sama: nomor 7, persis seperti yang dipakai Torres di turnamen ini.
Ketidaksempurnaan ramalan justru memperkuat kesan mistisnya. Buku mencatat Spanyol menang 2-1 dalam waktu normal, sedangkan realitas terjadi lewat babak tambahan 1-0. Pencetak gol dalam buku menggunakan kaki kanan, sementara Torres menyelesaikan aksi dengan kaki kiri. Ilustrasi penjagaan Lionel Messi oleh Nicolas Otamendi dan Emiliano Martinez di belakang pencetak gol pun terlihat mirip susunan pertahanan Argentina saat gol terjadi.
Kebetulan ini segera viral di media sosial dan dibahas di siaran beIN Sports. Para penggemar menyebutnya sebagai "bukti" bahwa sepak bola memiliki skenario yang sudah ditentukan, sementara yang lain memandangnya sebagai sekadar kontribusi imajinasi seorang ilustrator yang kebetulan tepat sasaran. Landazabal sendiri belum memberikan komentar resmi soal kemiripan tersebut.
Bagi Argentina, kekalahan ini berarti kutukan juara bertahan gagal mempertahankan gelar terus berlanjut. Sejak era trofi Jules Rimet berakhir 1970, tidak ada tim yang berhasil juara dunia dua kali berturut-turut. Brazil 1962 adalah yang terakhir melakukannya. Messi dan kawan-kawan harus puas jadi runner-up, mengulangi nasib 1990 dan 2014.
Spanyol sendiri menamatkan puasa gelar besar berusia 12 tahun sejak Euro 2012. Di bawah Luis de la Fuente, La Furia Roja membangun tim berbasis pemain muda seperti Lamine Yamal, Pedri, dan Nico Williams, diperkuat pengalaman Rodri dan Dani Carvajal. Torres, yang sempat dicemooh di awal turnamen, berakhir jadi pahit manis penutup cerita.
Dari perspektif Indonesia, fenomena ini mengingatkan pada budaya "ramalan" yang sering mewarnai pesta bola besar. Seperti buku mimpi atau primbon yang dicari penggemar sebelum Piala Dunia, kepercayaan pada tanda-tanda tak terduga tetap kuat di kalangan penggemar sepak bola nusantara. Buku "El Juego Mundial" kini dijadikan koleksi item langka, dengan harga melonjak di situs lelang daring.
Para analis sepak bola menilai kemiripan ini sebagai hasil kombinasi probabilitas dan intuisi artistik. Landazabal kemungkinan besar memproyeksikan final ideal berdasarkan kekuatan tim saat itu — Spanyol dan Argentina memang jadi favorit utama sejak kualifikasi. Nomor 7 dipilih karena tradisionalnya dipakai pemain sayap atau penyerang utama, posisi yang memang paling berpeluang mencetak gol.
Namun detail spesifik seperti susunan pertahanan Argentina dan posisi Messi saat gol terjadi, sulit dijelaskan hanya dengan kebetulan statistik. Beberapa psikolog olahraga menyarankan fenomena "priming effect" — di mana ilustrasi buku secara tidak sadar memengaruhi pola pikir pemain atau pelatih saat menghadapi situasi serupa di lapangan.
FIFA hingga kini tidak mengeluarkan pernyataan soal buku ini. Turnamen 2026 juga menjadi edisi terakhir dengan format 32 tim sebelum beralih ke 48 tim di 2030. Spanyol akan membawa gelar juara dunia ke Piala Konfederasi 2027, sedangkan Argentina harus bangkit di Kualifikasi Copa America 2028.
Cerita Torres dan buku ramalan ini akan terus dibicarakan bertahun-tahun. Bukan hanya soal gol kemenangan, tapi tentang bagaimana sepak bola — olahraga yang dipenuhi ketidakpastian — terkadang menampilkan skenario yang terasa terlalu sempurna untuk disebut kebetulan semata.