Sepakbola

Gary Neville Peringatkan MU: Belanja Gelandang Saja Tak Cukup, Beli Bek Sebelum Deadline

Ringkasan

  • Legenda Manchester United Gary Neville mendesak manajemen mendatangkan minimal dua bek sebelum bursa transfer ditutup 1 September, mengkhawatirkan kerapuhan pertahanan menghambat era Michael Carrick.

Gary Neville tidak menutupi kekhawatirannya. Mantan kapten Manchester United itu menilai strategi transfer musim panas 2026 yang telah menguras £155 juta — sekitar Rp3,4 triliun — untuk tiga gelandang baru masih meninggalkan celah besar di lini belakang. Carlos Baleba, Andrey Santos, dan Youri Tielemans memang memperkuat tengah lapangan, namun Neville menegaskan: tanpa bek tengah dan bek sayap berkualitas, investasi itu berisik sia-sia.

Kekhawatiran itu tidak bersifat spekulatif. Dalam dua laga pembukaan Premier League, Setan Merah kebobolan empat gol saat menghadapi Hull City dan Ipswich Town. Angka itu mencerminkan ketidakstabilan pertahanan yang sudah terlihat sejak pra-musim. Michael Carrick dipaksa memutar posisi: Diogo Dalot dan Luke Shaw ditarik saat lawan Ipswich, Leny Yoro digeser ke bek kanan, sementara Noussair Mazraoui mengisi sisi kiri — bukan posisi alami keduanya.

"Mereka punya beberapa bek yang individu bagus, tapi tidak ada empat orang yang benar-benar siap," ujar Neville kepada Sky Sports. "Kalau tekanan meningkat dan cedera mulai menyerang di tengah musim, itu jadi masalah besar." Pernyataan itu mengacu pada kedalaman skuad yang tipis. Harry Maguire dan Lisandro Martínez masih jadi andalan, tapi di belakang keduanya pilihan terbatas. Victor Lindelöf sering cedera, sedangkan Yoro baru berusia 19 tahun dan baru beradaptasi dari Ligue 1.

Kondisi ini memaksa manajemen berburu di menit-menit terakhir. Nama Ian Maatsen dari Aston Villa dan Lewis Hall dari Newcastle pernah muncul sebagai target bek kiri. Keduanya memiliki profil modern: cepat, teknis, dan terbiasa bermain di sistem tekanan tinggi. Namun negosiasi dengan kedua klub tidak menemui titik terang. Villa menolak melepas Maatsen kecuali mendapat pengganti, sedangkan Newcastle menilai Hall masih bagian dari rencana jangka panjang Eddie Howe.

Di sisi lain, pasar bek tengah juga menipis. Opsi seperti Marc Guéhi (Crystal Palace) atau Jean-Clair Todibo (West Ham) dihargai di atas £60 juta — angka yang membuat MU ragu setelah belanja besar di sektor gelandang. Financial Fair Play (FFP) jadi kendala nyata. Klub harus menyeimbangkan buku sebelum 30 Juni 2027, sehingga pengeluaran besar beruntun berisiko melanggar aturan keuangan UEFA.

Neville melihat paralel dengan musim 2023/24, saat Erik ten Hag kekurangan bek dan MU harus memainkan Casemiro di posisi libero — solusi darurat yang justru mengganggu keseimbangan tim. Sejarah berulang kalau Carrick tidak mendapat dukungan. "Satu atau dua pemain bertahan bisa mengubah seluruh narasi musim," kata Neville. "Tanpa itu, aku ragu mereka bisa konsisten 38 pekan."

Bagi penggemar Indonesia yang mengikuti Premier League lewat Mola TV atau Vidio, situasi ini menambah ketegangan. Komunitas MU di media sosial — dari grup Facebook hingga X (Twitter) — ramai mendebatkan prioritas transfer. Banyak yang menyoroti ironi: klub kaya tapi ragu beli bek, sementara rival seperti Arsenal memperkuat pertahanan dengan Riccardo Calafiori dan Manchester City mencatat Josko Gvardiol musim lalu.

Konteks Indonesia juga relevan di sini. Beberapa pemain muda Indonesia seperti Justin Hubner (Wolves) atau Eliano Reijnders (Pec Zwolle, saudara Tijjani) menunjukkan pentingnya pengembangan bek modern yang nyaman bermain dari belakang. Liga 1 sendiri mulai mengadopsi sistem back-three yang membutuhkan bek tengah dengan kemampuan bawa bola — tipe pemain yang justru langka di pasar global saat ini.

Deadline 1 September pukul 23.00 WIB (05.00 WIB 2 September) akan jadi momen kebenaran. Jika MU diam, Carrick harus andalkan rotasi minim dan berdoa cedera tidak menyerang. Jika berhasil membawa satu bek — apapun posisinya — setidaknya ada jaring pengaman. Neville, yang pernah menjuangkan 12 gelar Liga Champions dengan klub ini, tidak mau melihat sejarah berulang: tim yang kuat di tengah tapi runtuh di belakang.

Langkah selanjutnya ada di tangan Dan Ashworth (Direktur Olahraga) dan Jason Wilcox (Direktur Teknis). Keduanya harus memutuskan: tarik dana cadangan untuk bek, atau percaya pada skuad existing. Keputusan mereka akan menentukan apakah era Carrick dimulai dengan fondasi kokoh — atau bangunan yang rapuh di atas pasir.

Mengapa Ini Penting

Artikel ini penting karena mengungkap ketidakseimbangan strategis transfer MU: belanja besar di gelandang tapi mengabaikan pertahanan yang bocor 4 gol dalam 2 laga. Bagi penggemar Indonesia, ini jadi pelajaran manajemen skuad — investasi harus seimbang antar sektor. Implikasinya, jika MU gagal beli bek, peluang top-4 menipis dan tekanan ke Carrick akan muncul sejak dini. Tren pasar bek modern yang langka dan mahal juga relevan untuk pengembangan pemain Indonesia di posisi tersebut.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
31 Agustus 2026
Waktu Baca
5 menit