Pertengkaran administratif Prancis di meja hijau FIFA berakhir dengan kekecewaan. Badan pengelola sepak bola dunia menolak banding yang diajukan Les Bleus terkait kartu kuning yang diterima Michael Olise pada menit-menit akhir laga babak 16 besar melawan Paraguay di Philadelphia. Keputusan ini menempatkan gelandang Bayern Munich di ambang diskualifikasi: satu kartu kuning lagi di perempat final melawan Maroko akan membuatnya absen di semifinal potensial lawan Spanyol atau Belgia.
Kasus ini bermula dari insiden di menit ke-89 laga yang penuh emosi di Lincoln Financial Field. Olise terlibat alterkasi dengan Matias Galarza, pemain tengah Paraguay. Reputasi video menunjukkan kontak fisik minimal — Olise hanya menaruh jari di depan mulutnya — namun Galarza jatuh dramatis mengeluh terpukul wajah. Wasit memberikan kartu kuning yang dinilai kontroversial oleh timnas Prancis dan sejumlah pengamat netral.
Didier Deschamps, pelatih kepala Prancis, mengonfirmasi penolakan banding dalam konferensi pers pra-laga di Foxborough, Rabu (8/7). "Kartu kuningnya tetap. Kami diberitahu FIFA pagi ini; keputusannya dipertahankan," ujar mantan kapten juara dunia 1998 itu dengan nada datar. Deschamps menambahkan bahwa Bradley Barcola dan Manu Koné juga berjalan di tali gantung setelah masing-masing menerima kartu kuning di laga yang sama, memperumit manajemen disiplin tim.
Dampak taktis keputusan ini tidak bisa diremehkan. Olise telah muncul sebagai salah satu pemain paling berdampak Prancis di turnamen ini, mencetak dua gol dan satu assist dalam empat laga. Kecepatan, kemampuanドリブル, dan visi pasarnya menjadi kunci variasi serangan Les Bleus yang cenderung kaku di fase grup. Tanpa Olise, Deschamps kemungkinan besar akan mengandalkan Ousmane Dembélé atau Randal Kolo Muani di sayap kanan — pilihan yang menawarkan profil bermain berbeda secara fundamental.
Di sisi lain, kabar baik datang dari sektor medis. Aurelien Tchouameni, anchor tengah lapang Real Madrid yang absen melawan Paraguay akibat cedera paha, menunjukkan perkembangan positif. "Aurelien pulih dengan baik. Dia mungkin ikut latihan hari ini, tapi aku perlu lihat dulu," ujar Deschamps. Kehadiran Tchouameni akan krusial untuk menahan tekanan tengah Maroko yang dipimpin oleh Sofyan Amrabat dan Azzedine Ounahi.
Penunjukan wasit Argentina Facundo Tello untuk laga perempat final menambah lapisan narasi emosional. Rivalitas Prancis-Argentina memuncak di final Piala Dunia 2022 yang dimenangkan La Albiceleste lewat adu penalti. Deschamps dengan sengaja menolak mengubah ini menjadi kontroversi. "Tidak ada yang bisa aku lakukan soal penunjukan wasit. Aku hanya berusaha percaya pada offician," tegasnya. "Aku berharap Tello dan asisten-nya sebagus Letexier dan timnya."
Ketidakpedulian Deschamps terhadap faktor wasit mencerminkan kematangan manajerial sang pelatih yang akan mundur setelah turnamen ini berakhir — menutup era 14 tahun di kuda lari timnas Prancis. Laga melawan Maroko adalah rematch semifinal 2022 yang dimenangkan Prancis 2-0. Bagi Deschamps, ini bisa jadi laga penutup karir internasionalnya jika Les Bleus gagal lolos.
Maroko sendiri hadir sebagai tim paling solid di turnamen, baru mengkhianati satu gol (gol bunuh diri) dan mengeliminasi Spanyol lewat adu penalti di babak 16 besar. Sistem pertahanan kompak di bawah Walid Regragui, dipandu pengalaman Achraf Hakimi dan kepemimpinan Romain Saïss, akan menguji kedalaman squad Prancis. Ketiadaan Olise — jika terkena kartu kuning — akan mengurangi opsi serangan Prancis di momen paling kritis.