Olahraga

Festival Layang-Layang Meriahkan Forda II DIY di Bantul

Festival Layang-Layang Meriahkan Forda II DIY di Bantul

Ringkasan

  • Festival Layang-Layang dalam ajang Forda II DIY digelar di Bantul, menampilkan beragam karya seni udara yang menarik minat wisatawan di musim liburan.

Lapangan Kebonagung di Kecamatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendadak dipenuhi oleh warna-warni layang-layang raksasa pada Minggu (28/6). Ajang ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Olahraga Daerah (Forda) II DIY yang diselenggarakan oleh Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Perkumpulan Layang-Layang Indonesia (Pelangi).

Berbagai jenis layang-layang dengan desain kreatif turut menghiasi langit Bantul. Mulai dari layang-layang dua dimensi yang artistik, struktur tiga dimensi yang rumit, hingga layang-layang naga berukuran raksasa yang menjadi pusat perhatian penonton. Kehadiran karya-karya ini menunjukkan tingginya kreativitas para pegiat olahraga layang-layang di tanah air.

Selain sebagai ajang kompetisi, festival ini memiliki misi utama untuk melestarikan tradisi bermain layang-layang di kalangan masyarakat luas. Melalui kegiatan ini, generasi muda diharapkan tetap mengenal dan mencintai permainan tradisional yang sarat akan nilai budaya dan kerja sama tim tersebut.

Pelaksanaan festival yang bertepatan dengan musim liburan sekolah memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah. Lapangan Kebonagung dipadati oleh wisatawan lokal maupun domestik yang antusias menyaksikan atraksi udara tersebut, sehingga turut menggerakkan ekonomi kreatif di sekitar wilayah Imogiri.

Para peserta menunjukkan keahlian teknis dalam mengendalikan layang-layang mereka di tengah tiupan angin yang cukup kencang. Keberhasilan menerbangkan layang-layang naga raksasa menjadi salah satu tantangan teknis yang membutuhkan koordinasi serta ketangkasan tinggi dari para pemainnya.

Melalui Forda II DIY, diharapkan olahraga layang-layang semakin dikenal tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai cabang olahraga prestasi yang patut diperhitungkan. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat menjaga keberlangsungan festival ini di masa depan sebagai salah satu ikon wisata unggulan di Yogyakarta.

Mengapa Ini Penting

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana integrasi antara olahraga tradisional dan pariwisata dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal di daerah. Selain itu, pelestarian budaya melalui ajang olahraga terstruktur membantu menjaga identitas kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
29 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit