Kylian Mbappe kembali menahbiskan dirinya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern. Setelah membawa Timnas Prancis melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2026 berkat kemenangan 2-0 atas Maroko di Stadion Boston, Jumat (10/7), ia mengukir catatan statistik yang nyaris mustahil: Mbappe belum pernah merasakan tersingkir dari turnamen Piala Dunia sejak debutnya pada 2018.
Dalam laga perempat final melawan Maroko, Mbappe tampil sebagai dirigen permainan Les Bleus. Ia mencetak gol pembuka pada menit ke-60 sebelum Ousmane Dembele menggandakan keunggulan enam menit berselang. Kontribusi satu gol dan satu assist dalam pertandingan krusial ini membuat Mbappe dinobatkan sebagai Player of the Match, menegaskan perannya yang krusial bagi skuad asuhan Didier Deschamps.
Sejarah mencatat bahwa perjalanan Mbappe di panggung akbar sepak bola dunia selalu berakhir di babak puncak atau setidaknya melampaui fase gugur dengan dominan. Pada debutnya di Rusia 2018, ia langsung mengangkat trofi juara setelah menaklukkan Kroasia di final. Saat itu, Mbappe menjadi remaja kedua setelah Pele yang mampu mencetak gol di partai puncak Piala Dunia.
Empat tahun berselang di Qatar 2022, Mbappe kembali memimpin Prancis hingga ke final. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina melalui drama adu penalti, secara teknis Mbappe tidak tersingkir di tengah jalan. Ia justru tampil fenomenal dengan mencetak hat-trick di final, sebuah pencapaian yang mempertegas statusnya sebagai predator haus gol di panggung internasional.
Kini di Piala Dunia 2026, langkah Prancis kembali mulus hingga ke semifinal. Konsistensi ini membuktikan bahwa Mbappe bukan sekadar penyerang tajam, melainkan sosok pemimpin yang mampu menjaga stabilitas tim di turnamen besar. Ia menjadi jaminan mutu bagi Prancis untuk selalu melangkah jauh dalam setiap edisi Piala Dunia yang diikutinya.
Selain rekor kolektif, Mbappe kini tengah berpacu dengan sejarah individu. Ia bersaing ketat dengan Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026. Lebih jauh lagi, jumlah golnya di turnamen ini secara bertahap mulai mendekati rekor top skor sepanjang masa Piala Dunia, sebuah ambisi yang sangat mungkin ia lampaui mengingat usianya yang masih berada di puncak performa.
Keberhasilan ini juga menempatkan Mbappe dalam jajaran elite pesepak bola yang memiliki mentalitas juara. Kemampuannya untuk tetap tenang di bawah tekanan besar, terutama dalam laga-laga krusial di babak gugur, menjadi pembeda utama antara dirinya dengan banyak penyerang top dunia lainnya. Prancis di bawah asuhannya kini menjadi favorit utama untuk kembali merengkuh trofi.
Sebagai pemain yang kini membela Real Madrid, tantangan bagi Mbappe adalah mempertahankan momentum ini hingga partai puncak. Jika ia berhasil membawa Prancis menjadi juara di tahun 2026, maka klaim bahwa ia adalah pemain terbaik di generasinya akan semakin sulit dibantah oleh siapa pun, termasuk para pengkritik yang meragukan dominasinya di level internasional.