Tim nasional Indonesia kini tengah menjalani fase krusial dalam persiapan menghadapi ASEAN Championship Hyundai Cup 2026. Pemusatan latihan yang dipusatkan di Bali United Training Center, Gianyar, menjadi kawah candradimuka bagi 50 pemain yang dipanggil oleh pelatih kepala John Herdman. Fokus utama dalam tahap awal ini adalah pengembalian dan peningkatan kondisi fisik para pemain, mengingat mayoritas dari mereka baru saja menyelesaikan jadwal padat di kompetisi domestik.
John Herdman, pelatih asal Inggris yang menakhodai skuad Garuda, menegaskan bahwa kapasitas fisik merupakan fondasi utama sebelum tim beranjak ke aspek taktik yang lebih kompleks. Menurut Herdman, masa jeda kompetisi seringkali berdampak pada penurunan performa fisik pemain, sehingga diperlukan asesmen mendalam untuk memastikan setiap pemain berada dalam kondisi prima. Tim pelatih membagi 50 pemain tersebut ke dalam dua kelompok besar untuk mempermudah pemantauan kualitas individu secara lebih detail.
Selain penguatan fisik, agenda latihan juga mencakup simulasi pertandingan internal. Latihan ini dirancang khusus untuk menguji efektivitas kerja sama antarpemain, konsistensi dalam transisi permainan, serta ketajaman di depan gawang. Herdman menekankan bahwa penyelesaian akhir atau finishing menjadi salah satu prioritas utama, mengingat efisiensi gol akan sangat menentukan nasib Indonesia di babak penyisihan grup yang sangat kompetitif.
Bek andalan timnas, Rizky Ridho, memberikan respons positif terhadap metode latihan yang diterapkan oleh Herdman. Pemain Persija Jakarta tersebut menyatakan bahwa adaptasi pemain berjalan lancar, terutama karena lokasi pemusatan latihan di Bali sudah familiar bagi banyak pemain senior. Ridho optimistis bahwa dengan mengikuti instruksi tim pelatih secara disiplin, skema permainan yang diinginkan akan segera terbentuk sepenuhnya sebelum turnamen dimulai pada akhir Juli mendatang.
Sorotan tajam tertuju pada peta persaingan di Grup A. Herdman secara terbuka mewaspadai kekuatan Vietnam yang dianggap memiliki keunggulan stabilitas. Menurutnya, Vietnam telah memulai persiapan jauh lebih awal dibandingkan Indonesia dan didukung oleh kesinambungan kepelatihan yang solid. Faktor kontinuitas ini dinilai sebagai keunggulan taktis yang membuat Vietnam selalu menjadi lawan yang sulit dikalahkan di level Asia Tenggara.
Meski mengakui kekuatan lawan, mentalitas skuad Garuda tetap terjaga. Herdman menyatakan bahwa timnya tidak gentar dan justru melihat pertandingan melawan tim-tim kuat sebagai kesempatan emas untuk mengukur kemampuan tim. Selain itu, ia juga menaruh perhatian pada potensi laga melawan Malaysia, sebuah rivalitas klasik yang selalu dinantikan oleh para penggemar sepak bola di tanah air.
ASEAN Championship 2026 sendiri akan menggunakan format kandang dan tandang, sebuah tantangan logistik sekaligus mental bagi tim. Indonesia dijadwalkan akan melakoni laga pembuka melawan Kamboja pada 27 Juli, disusul dengan partai krusial kontra Vietnam di Stadion Pakansari, Bogor, pada 3 Agustus mendatang. Keberhasilan dalam dua laga awal ini akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk melangkah ke babak berikutnya.
Secara keseluruhan, pemusatan latihan di Bali ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk membangun identitas permainan yang diinginkan Herdman. Dengan kombinasi antara evaluasi fisik yang ketat, pemantapan taktik, dan kesiapan mental menghadapi rival berat seperti Vietnam dan Malaysia, Indonesia diharapkan mampu memberikan performa terbaik dalam upaya meraih gelar juara di ajang bergengsi se-Asia Tenggara ini.