Olahraga

Faceoff UFC 329 Meledak: McGregor Serang Holloway, Dana White Harus Campur Tangan

Faceoff UFC 329 Meledak: McGregor Serang Holloway, Dana White Harus Campur Tangan

Ringkasan

  • Faceoff UFC 329 antara Conor McGregor dan Max Holloway berakhir kekacauan usai McGregor memprovokasi, membuang kacamata, hingga adu kepala dengan Holloway.
  • Dana White harus campur tangan memisahkan.
  • Duel jilid kedua ini jadi comeback McGregor setelah 5 tahun absen.

Las Vegas, CNN Indonesia -- Suasana konferensi pers UFC 329 berubah mendadak panas saat Conor McGregor dan Max Holloway melakukan faceoff terakhir sebelum duel kelas welter mereka di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu (11/7) waktu setempat atau Minggu (12/7) WIB. Apa yang seharusnya hanya tatap muka formal justru berubah menjadi konfrontasi fisik yang memaksa Dana White dan petugas keamanan untuk turun tangan memisahkan kedua petarung.

Kecamukan dimulai saat McGregor, yang dikenal dengan gaya psychological warfare-nya, berlari menuju Holloway saat dipanggil untuk faceoff. "The Notorious" dengan cepat membuang kacamata yang dikenakan "Blessed", tindakan yang langsung memicu reaksi dari tim keamanan. Holloway, yang selama ini dikenal tenang dan santai, terlihat mencoba menjaga komposisi meski provokasi McGregor semakin meningkat.

Puncak ketegangan terjadi ketika McGregor mendorong dahinya ke arah Holloway dalam adu kepala yang sengit. Kesabaran petarung asal Hawaii itu teruji, dan sekadar sedikit lagi ia terprovokasi untuk menyerang balik. Dana White, Presiden UFC, terpaksa masuk ke tengah dan mendorong kedua petarung dengan kedua tangannya, sementara tim keamanan membentuk barier manusia untuk mencegah gulat lebih lanjut.

Pasca konfrontasi, Holloway mencoba menenangkan suasana dengan mengulurkan tangan untuk salam, namun McGregor menolak dengan menepis tangan lawannya. "Apa-apaan ini," ucap Holloway sambil menatap McGregor dengan campuran keheranan dan kekesalan. Momen ini menunjukkan kontras karakter yang tajam: McGregor yang sengit, agresif, dan mencari keuntungan mental, versus Holloway yang profesional, tenang, dan fokus pada pertarungan.

Pertarungan ini menandai babak kedua rivalitas yang dimulai 13 tahun lalu. Pada Agustus 2013, McGregor mengalahkan Holloway via keputusan wasit dalam kelas bulu di UFC Fight Night 26. Saat itu, McGregor berusia 25 tahun dan Holloway baru 21 tahun — keduanya masih di awal karier dan belum menjadi bintang global seperti sekarang. Kemenangan itu menjadi batu loncatan McGregor menuju gelar dua divisi, sementara Holloway bangkit menjadi juara kelas bulu bersejarah dengan rekor pertahanan terbanyak.

Bagi McGregor, UFC 329 adalah comeback resmi setelah vakum lima tahun sejak kekalahan TKO dari Dustin Poirier pada Juli 2021. Rencana kembali pada 2024 melawan Michael Chandler gagal total setelah cedera paha saat latihan yang memaksa pembatalan UFC 303. Kini berusia 37 tahun, McGregor naik ke kelas welter (170 pon) — dua divisi di atas kelas bulu tempat ia pernah berjaya — menimbulkan pertanyaan besar soal kecepatan, daya tahan, dan daya serangnya.

Sisi lain, Holloway (33 tahun) datang sebagai petarung paling aktif dan konsisten. Ia baru saja menumbangkan Justin Gaethje via knockout dramatis di putaran terakhir UFC 300 untuk merebut gelar BMF, lalu mengalahkan Arnold Allen dan Chan Sung Jung di 2023. Naik ke welter bukan hal baru bagi "Blessed" yang pernah gagal timbang untuk laga kelas ringan melawan Khabib Nurmagomedov pada 2018. Keuntungan ukuran dan jangkauan di kelas welter justru mungkin menguntungkan gaya boxing volume-nya.

Kartu utama UFC 329 juga menampilkan laga menarik lainnya: Benoit Saint Denis vs Paddy Pimblett di kelas ringan, Cory Sandhagen vs Mario Bautista di kelas bantam, serta Brandon Royval vs Lone'er Kavanagh di kelas terbang dan King Green vs Terrance McKinney di kelas ringan. Namun, semua sorotan tetap tertuju pada main event yang menjanjikan api unggun baik di dalam maupun di luar oktaigon.

Mengapa Ini Penting

Kembalinya McGregor setelah lima tahun vakum menjadi momen krusial bagi industri MMA global dan basis penggemar Indonesia yang masif mengikuti UFC. Hasil pertarungan ini akan menentukan apakah 'The Notorious' masih relevan sebagai tarikan pay-per-view utama atau sudah melewati puncak, serta mempengaruhi lanskap kelas welter yang penuh bintang. Bagi Holloway, kemenangan akan mengukir legacynya sebagai salah satu petarung terbaik lintas generasi. Tayangan langsung di pagi Minggu WIB juga menjadi uji daya tarik konten olahraga combat sports di platform streaming domestik.

Sumber Asli
CNN Indonesia
Tanggal
10 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →