Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dipastikan hadir langsung di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, untuk menyaksikan laga final Piala AFF 2026, Rabu (26/8) malam. Kehadiran orang nomor satu di sepak bola Indonesia tersebut bukan sekadar untuk menikmati pertandingan, melainkan bagian dari agenda diplomasi tingkat tinggi di level Asia Tenggara.
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengonfirmasi bahwa agenda tersebut merupakan pemenuhan undangan resmi dari AFF. Meskipun Timnas Indonesia sudah tersingkir dari turnamen, kehadiran Erick menjadi krusial mengingat skala pertemuan yang melibatkan petinggi sepak bola dunia di Vietnam.
Salah satu agenda utama dalam lawatan ini adalah pertemuan dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, serta Sekjen FIFA, Mattias Grafstrom. Keduanya diketahui sedang berada di Vietnam untuk menghadiri partai puncak yang mempertemukan Vietnam kontra Thailand.
Pertemuan ini menjadi ajang strategis bagi para pemimpin federasi sepak bola di kawasan ASEAN. Selain Erick, tokoh berpengaruh seperti Presiden Federasi Sepak Bola Thailand (FAT), Nualphan Lamsam atau yang akrab disapa Madam Pang, juga dipastikan hadir dalam rangkaian agenda tersebut.
Kumpulnya para petinggi federasi di Hanoi ini ditengarai bukan kebetulan. Keberadaan Infantino dan Grafstrom menjadi sinyal kuat adanya konsolidasi besar terkait persiapan gelaran FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 24 September hingga 4 Oktober mendatang.
FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan proyek ambisius yang menjadi produk baru FIFA untuk memperkuat ekosistem sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Indonesia sebagai tuan rumah memiliki peran vital dalam menyukseskan turnamen perdana ini demi meningkatkan standar kompetisi di kawasan.
Di balik agenda formal tersebut, muncul spekulasi mengenai dinamika politik internal FIFA. Kunjungan Infantino dan jajarannya ke berbagai negara, termasuk Vietnam, diyakini sebagai langkah awal untuk mengamankan dukungan politik menjelang pemilihan Presiden FIFA pada 2027 mendatang.
Bagi Indonesia, manuver Erick Thohir di Hanoi memberikan dampak positif terhadap posisi tawar PSSI di mata dunia. Hubungan personal yang kuat antara Erick dan Infantino diharapkan dapat memuluskan berbagai program pengembangan sepak bola nasional yang sedang digalakkan PSSI.
Kehadiran pemimpin federasi ASEAN dalam satu forum yang sama memungkinkan adanya sinkronisasi regulasi dan visi sepak bola kawasan. Hal ini sangat penting untuk menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif dan memiliki nilai komersial tinggi di masa depan.
"Beliau menghadiri undangan AFF ke final Piala AFF di Vietnam," ujar Yunus Nusi singkat saat dikonfirmasi mengenai agenda tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa komitmen PSSI terhadap perkembangan sepak bola regional tetap menjadi prioritas meskipun prestasi timnas sedang dalam masa transisi.
Langkah selanjutnya yang akan dihadapi PSSI adalah memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Fokus PSSI kini terbagi antara melakukan evaluasi performa timnas dan memastikan turnamen baru FIFA tersebut berjalan sukses di tanah air.
Ke depan, tren kolaborasi antara FIFA dan federasi regional seperti ASEAN akan semakin intensif. Indonesia harus mampu memanfaatkan posisi strategis ini untuk menarik lebih banyak investasi dan dukungan teknis dari FIFA demi mempercepat transformasi sepak bola nasional yang lebih profesional dan berprestasi.