Sepakbola

Erick Thohir Buka Peluang Hubner Bela Timnas di Piala AFF 2026

Ringkasan

  • Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan sinyal terbuka soal kemungkinan Justin Hubner bergabung dengan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.
  • Hubner belum bisa hadir karena belum dilepas klubnya di Belanda, namun Erick menyebut bursa transfer musim panas masih belum ditutup.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan sinyal terbaru mengenai kemungkinan bek tengah Justin Hubner merapat ke kamp Timnas Indonesia selama gelaran Piala AFF 2026. Hubner sejatinya sudah didaftarkan dalam skuad, namun belum bisa bergabung karena belum mendapat pelepasan dari klubnya, Fortuna Sittard di Belanda. Erick menyebut faktor waktu dan bursa transfer menjadi kunci dari ketidakpastian ini.

Keberadaan Hubner di turnamen ini memang menuai pertanyaan, terutama setelah Timnas Indonesia melakoni laga perdana menghadapi Kamboja tanpa kehadiran bek berusia 22 tahun tersebut. PSSI mendaftarkan namanya dengan harapan ada peluang baginya untuk bisa tiba di Indonesia.

Erick Thohir angkat bicara terkait situasi ini seusai pertandingan Indonesia vs Kamboja di Stadion Pakansari, Senin (27/7) malam. Ia menjelaskan bahwa komunikasi dengan pihak pemain dan klub terus berjalan. "Kalau yang di Eropa tidak mudah ya, mestinya ya, tapi saya tidak tahu kan market transaksi masih belum ditutup. Ya, kita lihat aja," ujar Erick, merujuk pada bursa transfer musim panas yang masih aktif.

Pernyataan Erick ini membuka kemungkinan bahwa Hubner bisa hengkang dari Fortuna Sittard sebelum jendela transfer ditutup. Beberapa rumor yang beredar menyebutkan pemain yang baru saja menikah ini berpotensi pindah ke klub peserta Super League musim 2026/2027. Jika transfer ini terwujud sebelum AFF Cup berakhir, Hubner bisa saja terbang ke Indonesia untuk memperkuat Skuad Garuda di fase gugur.

Situasi ini mencerminkan tantangan klasik yang kerap dihadapi timnas dari negara-negara di luar Eropa dalam memanggil pemain berbasis Eropa. Kontrak pemain yang masih berjalan dan kepentingan klub yang harus dihormati menjadi hambatan utama. Berbeda dengan pemain yang berkarier di liga Asia seperti Jepang atau Korea Selatan, pemain Eropa jarang dilepas di luar jendela transfer resmi.

Namun demikian, kebutuhan mendesak Hubner untuk Timnas Indonesia di fase grup Piala AFF 2026 bisa dibilang belum terlalu kritis. Skuat yang dipimpin Shin Tae-yong saat ini masih mampu tampil solid. Indonesia saat ini menempati posisi ketiga Grup A dengan koleksi tiga poin, sama dengan Vietnam, namun unggul dalam selisih gol. Lawan berikutnya adalah Timor Leste, yang secara kertas masih bisa diatasi.

Kehadiran Hubner baru akan sangat krusial jika Indonesia berhasil melangkah ke babak semifinal. Di fase tersebut, kualitas dan pengalaman bermain di Eropa yang dimiliki Hubner akan menjadi aset berharga untuk menghadapi lawan-lawan yang lebih tangguh. Indonesia akan membutuhkan kekokohan pertahanan level atas untuk bisa berjuang menjadi juara.

Kisah Hubner ini menjadi contoh nyata bagaimana PSSI, di bawah kepemimpinan Erick Thohir, berusaha memaksimalkan segala peluang untuk memperkuat timnas. Meski harus menunggu, pencantuman nama Hubner di skuad bisa diartikan sebagai langkah strategis, menjaga asa sekaligus memberikan tekanan psikologis kepada klub yang menahan pemainnya.

Ke depannya, situasi ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi federasi untuk membangun komunikasi dan negosiasi yang lebih awal dengan klub-klub Eropa pemilik pemain Indonesia. Memastikan kesepakatan kerja sama atau pemahaman sejak jauh hari akan jauh lebih efektif daripada harus menunggu hingga hari-hari akhir bursa transfer.

Untuk skuad Timnas Indonesia sendiri, fokus utama tetap pada dua laga sisa fase grup. Kemenangan atas Timor Leste akan menjadi langkah besar menuju semifinal, di mana harapan baru untuk kehadiran Justin Hubner bisa terwujud. Erick Thohir sendiri tampaknya tidak ingin menutup kemungkinan tersebut secara mutlak, menjaga semua skenario tetap terbuka.

Mengapa Ini Penting

Kabar ini penting karena menunjukkan strategi PSSI dalam membangun skuad ideal meski dengan kendala regulasi FIFA. Kemampuan merangkul pemain keturunan berbasis Eropa seperti Hubner menjadi kunci peningkatan kualitas timnas. Jika transfer Hubner ke klub baru benar terjadi, ini akan menjadi preseden positif dan membuka peluang lebih besar bagi pemain Indonesia lainnya untuk berkarier di liga-liga kompetitif. Bagi penggemar, ini menjaga asa untuk melihat Indonesia dengan kekuatan penuh di fase gugur, sekaligus menjadi ujian nyata koordinasi PSSI dengan pemangku kepentingan di Eropa.

Sumber Asli
CNN Indonesia Sepak Bola
Tanggal
28 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit