Empat wakil Indonesia yang lolos ke babak delapan besar China Open 2026 siap berjuang untuk melangkah ke semifinal. Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, serta ganda putri Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum akan tampil dalam dua sesi pertandingan yang dipisah pagi dan sore waktu setempat.
Jonatan Christie menjadi sorotan utama setelah harus berhadapan dengan Victor Lai pada urutan ketiga sesi pagi pukul 09.00 WIB. Pemain asal Kanada ini justru menjadi orang yang mengakhiri harapan Jonatan meraih gelar di final Indonesia Open beberapa waktu lalu. Kemenangan Lai di Istora Senayan bukan hanya menghentikan dominasi Jonatan di tanah air, tapi juga menanamkan benih dendam yang kini harus diselesaikan di Changzhou.
Di sisi lain, Putri Kusuma Wardani mendapat jadwal di sesi sore pukul 16.00 WIB sebagai partai ketujuh. Lawannya, Tomoka Miyazaki dari Jepang, sudah familiar bagi Putri. Rekor pertemuan mereka saat ini menguntungkan Putri dengan posisi 4-3. Namun, keunggulan head-to-head tidak menjamin kemenangan mengingat Miyazaki dikenal memiliki gaya permainan agresif yang sering menyulitkan pemain bertahan di punggung lapangan.
Ganda putra Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berstatus sebagai juara bertahan turnamen ini. Pasangan yang akrab disapa Fajar/Fikri dijadwalkan bermain sebagai partai kedelapan. Mereka akan bertemu pasangan Korea Selatan, Kang Min Hyuk dan Ki Dong Ju. Lawan ini bukan musuh baru. Di semifinal Kejuaraan Asia terakhir, Kang/Ki berhasil menumbangkan Fajar/Fikri dalam tiga gim yang sengit. Kemenangan itu memberikan kepercayaan diri tambahan bagi pasangan muda Korea tersebut.
Sementara ganda putri Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum akan membuka sesi sore sebagai partai kesembilan. Mereka dihadapkan pada pasangan tuan rumah Li Yi Jing dan Luo Xu Min. Pertemuan ini menjadi pertama kalinya kedua pasangan bersilang raket di panggung internasional senior. Faktor kenal lawan minim membuat persiapan taktis menjadi lebih sulit, meski justru bisa jadi keuntungan bagi Rachel/Febi yang bermain tanpa beban psikologis.
Keberadaan empat wakil di perempat final menunjukkan konsistensi bulu tangkis Indonesia di level Super 1000. China Open memang dikenal sebagai turnamen paling bergengsi di luar All England dan Kejuaraan Dunia. Melangkah ke delapan besar berarti poin ranking dunia yang signifikan, vital untuk kualifikasi Olimpiade 2028 di Los Angeles. Setiap kemenangan di babak ini bernilai 8.400 poin, sedangkan finalis runner-up mendapat 12.600 poin.
Jonatan Christie saat ini menempati posisi keenam dunia. Kemenangan atas Victor Lai tidak hanya soal balas dendam, tapi juga memperkuat posisinya di perlombaan Race to Guangzhou untuk Final BWF World Tour. Putri Kusuma Wardani yang duduk di peringkat sembilan dunia juga membutuhkan poin besar untuk mengamankan tiket ke turnamen penutup musim yang hanya dihadiri delapan terbaik dunia.
Fajar/Fikri sebagai juara bertahan mengalami musim yang cukup naik turun. Mereka sempat kecewa di Malaysia Open dan Singapore Open, tapi bangkit di Indonesia Masters. China Open jadi momen krusial untuk membuktikan bahwa gelar tahun lalu bukan kebetulan. Lawan Korea, Kang/Ki, memang memiliki gaya permainan cepat dan datar yang cocok mengganggu ritme Fajar/Fikri yang mengandalkan smash keras dan kontrol net.
Rachel/Febi merupakan pasangan muda yang naik daun cepat. Mereka lolos kualifikasi dan menumbangkan pasangan berperingkat lebih tinggi di babak sebelumnya. Menghadapi pasangan China di hadapan penonton sendiri adalah uji mental yang berat. Li/Luo dikenal memiliki pertahanan kompak dan variasi servis yang tricky. Rachel/Febi harus bermain cerdas, tidak terjebang tempo lawan, dan memanfaatkan kesempatan konter.
Pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi, sebelumnya menegaskan bahwa Fajar/Fikri sudah mempelajari video lawan Korea secara mendetail. "Kita tahu kelemahan mereka di sektor tengah lapangan," ujarnya saat wawancara minggu lalu. Sementara pelatih ganda putri, Aryono Miranat, meminta Rachel/Febi fokus pada servis dan return servis agar tidak tekanan sejak awal.
Hasil laga hari ini akan menentukan apakah Indonesia bisa menyumbang lebih dari satu finalis di China Open tahun ini. Tahun lalu, hanya Fajar/Fikri yang sampai ke final dan berhasil meraih gelar. Jika keempat wakil lolos, ini akan menjadi pencapaian terbaik Indonesia di turnamen ini sejak era Taufik Hidayat dan Nova Widianto/Liliyana Natsir. Perdana menteri China, Li Qiang, dijadwarkan hadir menonton final nanti, menambah prestigi turnamen ini.
Pertandingan akan disiarkan langsung oleh stasiun televisi berlangganan dan platform streaming resmi BWF. Para penggemar di Indonesia diharapkan bangun pagi untuk menyaksikan Jonatan, lalu melanjutkan menonton tiga laga sesi sore. Dukungan penuh dari tribune virtual media sosial sudah terlihat sejak dini hari dengan hashtag #IndonesiaDiChinaOpen merambai di platform X.