Olahraga

Dewa United Rombak Besar-besaran: 10 Pemain Dilepas Jelang Musim 2026/2027

Dewa United Rombak Besar-besaran: 10 Pemain Dilepas Jelang Musim 2026/2027

Ringkasan

  • Dewa United resmi melepas 10 pemain jelang musim 2026/2027, termasuk Stefano Lilipaly dan Hugo Gomes, sebagai upaya perombakan skuad secara menyeluruh.

Jakarta – Klub BRI Super League, Dewa United, secara resmi mengumumkan perombakan besar dalam skuad mereka guna menyambut kompetisi musim 2026/2027. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh tim pelatih dan manajemen untuk meningkatkan daya saing The Banten Warriors di kancah sepak bola nasional.

Dalam pengumuman resmi yang dirilis melalui laman I.League pada Kamis, manajemen klub mengonfirmasi bahwa terdapat sepuluh pemain yang tidak akan lagi berseragam Dewa United. Keputusan ini mencakup berbagai skema, mulai dari berakhirnya masa peminjaman hingga tidak diperpanjangnya kontrak para pemain inti yang telah berkontribusi selama musim lalu.

Stefano Lilipaly, Kodai Tanaka, dan Rizdjar Nurviat menjadi nama-nama utama yang harus meninggalkan klub karena masa peminjaman mereka telah usai. Ketiganya akan kembali ke klub asal masing-masing, yakni Stefano Lilipaly ke Borneo FC, Kodai Tanaka ke Persis Solo, dan Rizdjar Nurviat ke PSMS Medan. Kepergian ketiganya tentu memberikan tantangan tersendiri bagi Dewa United dalam mencari pengganti yang sepadan di posisi krusial.

Selain pemain pinjaman, Dewa United juga memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak empat pemain, yakni Feby Eka Putra, Septian Bagaskara, Wahyu Prasetyo, dan Yofandani Pranata. Keputusan untuk melepas pemain-pemain ini disinyalir merupakan upaya manajemen untuk melakukan penyegaran skuad dan penyesuaian anggaran gaji pemain agar lebih efisien di musim mendatang.

Di samping itu, klub juga mengambil kebijakan untuk meminjamkan dua pemain lainnya, yaitu Rangga Muslim dan Muhammad Natshir. Langkah ini bertujuan agar kedua pemain tersebut tetap mendapatkan menit bermain yang cukup di klub lain, yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengalaman dan kepercayaan diri mereka sebelum kembali memperkuat Dewa United di masa depan.

Situasi semakin menarik dengan kepastian hengkangnya gelandang asal Brasil, Hugo Gomes atau yang akrab disapa Jaja. Meski pihak klub belum memberikan pernyataan resmi mengenai masa depan mantan pemain Madura United tersebut, Jaja telah secara terbuka menyampaikan perpisahan melalui akun media sosial pribadinya, menandai berakhirnya masa bakti sang pemain di Banten.

Perubahan ini menyusul keputusan besar sebelumnya, yakni perpisahan Dewa United dengan pelatih Jan Olde Riekerink. Rentetan perombakan ini menunjukkan sinyal kuat bahwa Dewa United sedang melakukan rekonstruksi total. Pergantian kepemimpinan di kursi pelatih dan perampingan skuad menjadi bukti bahwa manajemen memiliki visi baru untuk musim 2026/2027 yang lebih kompetitif.

Bagi para suporter, tentu ini menjadi periode transisi yang cukup emosional. Namun, dalam dunia sepak bola profesional, perombakan skuad adalah hal yang lumrah dilakukan untuk menjaga ritme kompetisi. Kini, fokus publik beralih pada siapa sosok pelatih baru yang akan menahkodai tim dan pemain mana yang akan didatangkan untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan oleh 10 pemain tersebut.

Mengapa Ini Penting

Perombakan besar-besaran di Dewa United mencerminkan dinamika manajemen klub profesional dalam menghadapi ketatnya persaingan kompetisi sepak bola modern. Bagi industri olahraga, kebijakan ini menunjukkan pentingnya efisiensi finansial dan penyegaran taktis untuk menjaga performa jangka panjang. Selain itu, pergerakan pemain ini akan memengaruhi peta kekuatan klub-klub lain di BRI Super League yang mendapatkan amunisi baru dari pemain-pemain berpengalaman tersebut.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
9 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →