Olahraga

Hidayat Humaid Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNJ: Menatap Masa Depan Panahan Nasional

Hidayat Humaid Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNJ: Menatap Masa Depan Panahan Nasional

Ringkasan

  • Hidayat Humaid resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar UNJ bidang panahan.
  • Ia menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dalam Grand Design Olahraga Nasional.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi DKI Jakarta, Hidayat Humaid, secara resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kepelatihan Panahan pada Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Upacara pengukuhan yang berlangsung khidmat di Aula Latief Hendraningrat, Kampus A UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Kamis (9/7), menandai langkah penting dalam integrasi antara akademisi dan praktisi olahraga di Indonesia.

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk 'Prestasi Panahan Indonesia di Pentas Dunia', Prof. Hidayat Humaid menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dalam membangun ekosistem olahraga nasional. Ia berargumen bahwa penentuan cabang olahraga unggulan tidak boleh dilakukan secara subjektif, melainkan harus melalui analisis mendalam terhadap potensi demografis, kapasitas kelembagaan, serta peluang kompetitif di kancah internasional.

Salah satu sorotan utama dalam orasi tersebut adalah refleksi sejarah mengenai prestasi panahan Indonesia. Hidayat mengangkat sosok legenda Nurfitriyana Saiman, yang bersama Kusuma Wardhani dan Lilies Handayani, berhasil menorehkan sejarah dengan meraih medali perak di Olimpiade Seoul 1988. Medali tersebut merupakan medali pertama Indonesia di panggung Olimpiade sekaligus menjadi satu-satunya medali yang diraih dari cabang panahan hingga saat ini.

Analisis Hidayat menyoroti bahwa panahan memiliki karakteristik unik berupa kebutuhan akurasi tinggi dengan infrastruktur yang relatif moderat. Hal ini menjadikan panahan sebagai cabang olahraga yang sangat strategis untuk dikembangkan secara masif di berbagai daerah di Indonesia, sejalan dengan kerangka Grand Design Olahraga Nasional (GDON) yang dicanangkan pemerintah.

Lebih jauh, Prof. Hidayat menekankan bahwa penguasaan ilmu kepelatihan yang mutakhir adalah kunci untuk mereplikasi keberhasilan masa lalu dalam konteks kompetisi modern yang semakin ketat. Dengan latar belakang akademis yang kuat, ia berkomitmen untuk membawa metodologi pelatihan berbasis data guna meningkatkan performa atlet nasional secara berkelanjutan.

Pengukuhan ini juga dipandang sebagai simbol kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi olahraga. Peran Hidayat sebagai praktisi di KONI DKI Jakarta sekaligus akademisi di UNJ diharapkan mampu mempercepat hilirisasi riset keolahragaan menjadi kebijakan praktis yang dirasakan langsung oleh para atlet di lapangan.

Dalam penutup orasinya, Hidayat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademis dan profesionalnya. Ia menegaskan bahwa gelar Guru Besar ini bukanlah tujuan akhir, melainkan tanggung jawab moral untuk terus berkontribusi bagi kemajuan olahraga Indonesia melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan pembinaan atlet yang lebih sistematis.

Ke depan, tantangan besar bagi dunia panahan Indonesia adalah melakukan regenerasi atlet secara konsisten. Dengan kepemimpinan yang berbasis pada keilmuan, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu mempertahankan tradisi prestasi, tetapi juga mampu melahirkan generasi pemanah baru yang dapat menembus dominasi negara-negara besar di ajang Olimpiade mendatang.

Mengapa Ini Penting

Pengukuhan ini krusial karena menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan implementasi praktis dalam pembinaan atlet elit nasional. Sinergi ini diperlukan untuk memperkuat Grand Design Olahraga Nasional agar lebih berbasis data dan saintifik. Langkah ini memberikan optimisme bagi pengembangan cabang olahraga unggulan yang efisien secara infrastruktur namun tinggi dalam potensi prestasi dunia.

Sumber Asli
ANTARA
Tanggal
9 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit
T

Tim Redaksi

SportKuratif

Artikel ini telah melalui proses kurasi dan penyuntingan oleh tim editor SportKuratif untuk memastikan akurasi, keterbacaan, dan relevansi konteks olahraga. Pelajari proses editorial kami →