Jakarta - Penampilan impresif pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, di panggung balap dunia kembali mencuri perhatian. Menjelang seri ke-11 Moto3 2026 yang akan dihelat di Sirkuit Sachsenring, Jerman, manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengungkapkan optimisme tinggi terhadap progres yang ditunjukkan oleh anak asuhnya tersebut.
Aoyama, yang merupakan mantan pembalap MotoGP, menegaskan bahwa keyakinan tim bukan tanpa alasan. Menurutnya, Veda telah memperlihatkan kurva perkembangan yang sangat konsisten sepanjang musim debutnya di ajang Moto3. Kemampuan adaptasi pembalap asal Indonesia ini terhadap motor dan karakteristik sirkuit yang berbeda-beda menjadi kunci utama kepercayaan tim.
Sirkuit Sachsenring sendiri dikenal sebagai salah satu lintasan paling teknis di kalender balap dunia. Dengan konfigurasi 10 tikungan ke kiri dan hanya tiga tikungan ke kanan, ditambah perubahan elevasi yang ekstrem, lintasan ini menuntut ketelitian tinggi. Aoyama menekankan bahwa Veda memiliki keunggulan kompetitif karena telah mengenal karakter unik sirkuit ini sebelumnya.
Pengalaman Veda di Sachsenring bukanlah hal baru. Pada musim 2025, saat ia berlaga di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup, Veda berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menjuarai Race 2 dan finis di posisi keempat pada Race 1. Catatan impresif tersebut menjadi modal psikologis penting bagi Veda untuk menaklukkan tantangan di level yang lebih tinggi tahun ini.
Dalam keterangannya, Veda menyatakan antusiasmenya menyambut seri Jerman. Ia mengakui bahwa Sachsenring adalah sirkuit favorit karena menuntut teknik balap yang presisi dan tidak sekadar mengandalkan kecepatan mesin di trek lurus. Veda merasa bahwa karakteristik sirkuit yang sempit dan berliku sangat cocok dengan gaya balapnya yang agresif namun terukur.
Honda Team Asia berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan teknis terbaik bagi Veda di Jerman. Aoyama memastikan bahwa tim akan bekerja keras untuk mengoptimalkan set-up motor agar Veda dapat bersaing ketat dengan pembalap papan atas lainnya. Dukungan ini mencakup analisis data yang mendalam terkait telemetri dan gaya balap di tikungan teknis Sachsenring.
Perkembangan Veda di kancah internasional menjadi angin segar bagi dunia balap motor Indonesia. Sebagai pembalap debutan, Veda mampu membuktikan bahwa pembalap dari Asia Tenggara memiliki potensi untuk bersaing di level tertinggi dunia. Konsistensi dalam memperbaiki performa di setiap akhir pekan balapan menjadi bukti profesionalisme dan dedikasi Veda yang tinggi.
Keikutsertaan Veda di Moto3 2026 bukan sekadar partisipasi, melainkan pembuktian bahwa Indonesia mampu melahirkan atlet kelas dunia. Seluruh mata penggemar balap tanah air kini tertuju ke Jerman, menantikan aksi Veda untuk kembali mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi. Dengan dukungan tim yang solid dan pengalaman masa lalu, ekspektasi terhadap Veda di Sachsenring tentu sangat beralasan.